PANDEGLANG – Tim SAR gabungan kembali menemukan objek berupa pelampung bekas yang mengapung di perairan.
Ditambah lagi, ada juga temuan barang lainnya seperti terpal dan galon, saat Tim SAR melakukan pencarian rombongan wartawan terdiri dari delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda pada hari ke enam operasi, Minggu (13/9/2026).
Sebelumnya di hari ke tiga, Tim SAR juga sempat menemukan dua buah file jacket atau pelampung yang mengambang di zona pencarian.
Dua pelampung berwarna orange, namun kondisinya sudah rusak bahkan seperti ada bekas terbakar.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, sejumlah objek tersebut ditemukan di beberapa lokasi pencarian dan masih ditindaklanjuti untuk memastikan apakah memiliki keterkaitan dengan rombongan yang hilang.
“Tim SAR KM 5 menemukan objek life jacket atau pelampung berwarna oranye di sekitar Pulau Rakata. Tim dari Lampung yang menyisir Pulau Sebesi juga menemukan terpal di sebelah selatan Pulau Sangiang serta satu buah galon di titik koordinat yang sama,” kata Al Amrad.
Ia mengatakan operasi pencarian terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur SAR, baik dari laut, darat, maupun udara.
Enam sektor pencarian dengan luas total sekitar 6.010 mil laut persegi (NM²) menjadi wilayah penyisiran pada hari keenam.
“Memasuki hari keenam, kami terus mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang masih dinyatakan hilang. Seluruh unsur SAR gabungan dikerahkan untuk menyisir sektor-sektor pencarian yang telah ditentukan dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan personel,” ujarnya.
Delapan orang yang dicari terdiri atas Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) ABK, Heriyanto (49) pemandu, serta lima orang lainnya, yakni M. Bagus Khoirunnas (28) jurnalis Antara, Ari Basuki (52) jurnalis Merdeka, Yudhis jurnalis iNews, Daus (42) jurnalis Anadolu, dan Donal pekerja lepas.
Pada operasi hari keenam, pencarian dibagi ke dalam enam sektor, yakni Sektor V seluas 840 NM², Sektor W 1.120 NM², Sektor Z 809 NM², Sektor Y 497 NM², Sektor X 681 NM², dan Sektor H seluas 2.063 NM².
Pencarian melibatkan sejumlah unsur laut, di antaranya KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Karambit, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Lepu, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta sejumlah kapal dan perahu lainnya.
Selain unsur laut, operasi turut didukung personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, BNPB, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan berbagai potensi SAR lainnya. Basarnas juga mengerahkan dua unit drone thermal untuk mendukung pencarian dari udara.
Dalam pencarian tersebut, kondisi cuaca dilaporkan berawan dengan angin bertiup dari arah timur laut hingga timur berkecepatan 10–20 knot. Tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 2,5 meter.
“Kami mengimbau seluruh unsur yang terlibat agar senantiasa mengutamakan keselamatan dalam pelaksanaan operasi. Kami juga berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar pencarian ini dapat membuahkan hasil terbaik,” kata Al Amrad.
Hingga Minggu (13/9), delapan orang tersebut masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian sesuai rencana operasi dan hasil evaluasi di lapangan.***


