Wisata Anyer

Bupati Hasbi Raih Tangerang Pos Award 2026, Perkuat Komitmen Pembangunan Pertanian Lebak

LEBAK– Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya meraih penghargaan kategori Kepala Daerah Inspiratif dalam ajang Tangerang Pos Award 2026.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kepemimpinan daerah sekaligus penyemangat untuk melanjutkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam penguatan sektor pertanian.

Penghargaan itu diserahkan dalam acara yang berlangsung di Aula Grand El Hajj Hotel Asrama Haji Provinsi Banten, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Jumat malam (16/10/2026).

DTRB HUT Tangerang Kab

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menerima penghargaan kategori Tokoh Inspiratif.

Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, sejumlah kepala daerah kabupaten dan kota se-Provinsi Banten, serta para tokoh dari berbagai bidang.

Di Kabupaten Lebak, sektor pertanian menjadi salah satu bidang penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama di wilayah perdesaan.

Karena itu, dukungan terhadap petani tidak hanya berkaitan dengan peningkatan hasil panen, tetapi juga membutuhkan kebijakan yang meringankan beban usaha serta infrastruktur yang menunjang kegiatan produksi.

Bupati Hasbi menyampaikan sejumlah upaya yang berkaitan dengan kebutuhan petani, mulai dari pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) bagi petani pemilik lahan sawah di bawah 5.000 meter persegi, perbaikan irigasi, hingga pembangunan jalan usaha tani.

“PBB-P2 dibebaskan bagi petani pemilik lahan sawah di bawah 5.000 meter persegi, irigasi diperbaiki dengan seluruh elemen, jalan usaha tani dibangun,” ujar Hasbi dalam pesannya.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan usaha tani yang lebih mendukung.

Keringanan pajak bagi petani yang memenuhi ketentuan diharapkan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran, sedangkan perbaikan irigasi dan jalan usaha tani mendukung kelancaran kegiatan pertanian.

Hasbi juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur jalan sebagai penunjang utama aktivitas pertanian.

Menurutnya, akses yang baik akan membantu memperlancar mobilitas petani dan distribusi hasil produksi.

“Pertanian tidak akan berkembang kalau infrastruktur jalan sebagai aksesnya tidak diperbaiki,” tegasnya.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pertanian perlu dilihat secara menyeluruh.

Petani membutuhkan lahan yang produktif, ketersediaan air yang memadai, serta akses jalan yang memudahkan pengangkutan hasil panen menuju pasar.

Jalan usaha tani yang layak dapat membantu kendaraan pengangkut menjangkau area persawahan. Dengan akses yang lebih mudah, proses distribusi diharapkan semakin lancar, waktu pengangkutan lebih efisien, dan biaya transportasi dapat ditekan.

Selain jalan, irigasi memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan produksi.

Jaringan pengairan yang berfungsi baik membantu petani memenuhi kebutuhan air tanaman dan menyesuaikan masa tanam dengan kondisi lahan.

Pemeliharaan secara berkala serta keterlibatan kelompok tani dan pemerintah setempat juga diperlukan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sementara itu, pembebasan PBB-P2 bagi petani berlahan sawah di bawah 0,5 hektare merupakan bentuk perhatian terhadap petani dengan kepemilikan lahan relatif kecil. Sosialisasi mengenai persyaratan dan mekanisme pelaksanaannya penting agar masyarakat memahami ketentuan yang berlaku dan dapat mengakses manfaat kebijakan tersebut.

Pengembangan pertanian juga membutuhkan sinergi berbagai pihak. Pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat dapat bersama-sama menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan di lapangan, sehingga infrastruktur yang dibangun benar-benar mendukung aktivitas petani.

Di samping itu, peningkatan produktivitas perlu diiringi dengan kemudahan akses pasar, pendampingan pertanian, dan penguatan usaha berbasis hasil panen. Dengan demikian, hasil pembangunan tidak hanya dirasakan melalui tersedianya fasilitas, tetapi juga melalui peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga petani.

Semangat pembangunan tersebut sejalan dengan nilai Lebak Ruhay, yakni Rukun, Unggul, Hegar, Aman, dan Yakin. Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kerja sama pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah serta memperluas manfaat program hingga ke wilayah perdesaan.

Penghargaan Tangerang Pos Award 2026 yang diterima Bupati Hasbi diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperkuat kebijakan yang mendukung kebutuhan masyarakat.

Perhatian terhadap pertanian, termasuk keringanan pajak sesuai ketentuan, perbaikan irigasi, dan pembangunan jalan usaha tani, menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan ekosistem usaha tani yang mendukung.

Jalan yang layak, irigasi yang berfungsi, kebijakan yang tepat sasaran, serta akses pasar yang terbuka akan membantu petani mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Melalui pembangunan yang terarah dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, Kabupaten Lebak diharapkan semakin mampu memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan. (*/Sahrul).

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien