Ied_Helldy_PP_Mulia

Akui Ada Beras Paket Sembako Tak Layak Konsumsi, Dinsos Cilegon Siap Mengganti

0
Corona serang

CILEGON – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon Ahmad Jubaedi, mengakui bahwa benar ada keluhan sejumlah warga terkait kualitas beras yang telah dibagikan dalam paket sembako namun tidak layak konsumsi.

Jubaedi mendapatkan laporan soal beras yang tidak layak konsumsi tersebut setidaknya dari dua kelurahan.

Baca juga : Pengadaan Paket Sembako Pemkot Cilegon Masih Hutang ke Penyedia Rp3 Milyar Lebih

Ied_Bmpp_Kuswandi

“Laporan sih dua kelurahan, Pabean sekitar 30 dan Masigit 2 itu saja sih yang tadi. Besok akan kita tindak lanjuti, akan direture (diganti-red),” ujar Jubaedi kepada wartawan. Rabu (20/5/2020).

Dikatakan Jubaedi, berdasarkan kontrak dengan pihak ketiga selaku penyedia, jika terdapat barang yang rusak merupakan tanggung jawab pihak ketiga dan akan dilakukan penggantian.

Beras Bantuan Dinsos Cilegon yang Berbau dan Tidak Layak Konsumsi /Dok

“Di kontrak itu tanggung jawab (penggantian) pihak ketiga,” imbuhnya.

“Sudah komitmen kalau itu (penggantian). Itu kan masa penyedia belum dibayarkan, enggak mungkin kita bayar barang yang tidak berkualitas,” lanjutnya.

Ied_Ali rido_Tabib

Dinas Sosial ketika mendapatkan informasi adanya barang dengan kualitas tidak layak, langsung berkoordinasi dan langsung menghubungi penyedia.

“Intinya tetap besok itu direture, kan itu kewajiban penyedia. Yang jelek itu ya harus digantilah,” jelas Jubaedi.

Hal senada ditegaskan oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) pada Dinsos Cilegon, Edwar Susanto. Dia hanya menegaskan bahwa terkait keluhan beras yang tidak layak konsumsi, pihak penyedia sudah sepakat untuk mengganti beras yang telah beredar dengan beras yang lebih baik.

“Ya, tadi kami mendengar ada keluhan dari masyarakat terkait beras yang didistribusikan tidak layak untuk dikonsumsi, makanya kami langsung berkoordinasi dengan pihak penyedia dan alhamdulillah semua beras yang telah didistribusikan ditarik langsung oleh pihak penyedia dan diganti dengan beras yang layak,” ujar Edwar.

Dijelaskan Edwar, di dua Kelurahan yang menginformasikan temuan beras yang tidak layak tersebut, pihaknya pada Rabu malam tadi sudah langsung melakukan penggantian, yakni di Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, dan rencananya Kamis besok di Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang.

“Jadi tidak ada maksud apa-apa, setiap ada pengaduan soal bantuan sembako ini kami langsung bergerak cepat dengan mengganti beras tak layak menjadi layak,” pungkasnya.

Diakui oleh Dinsos, bahwa bantuan paket sembako yang disalurkan pada tahap pertama ini jumlahnya sebanyak 16.000 paket. Dengan nilai anggaran penyediaan sebesar Rp 188.500 per paketnya.

Sebelumnya diberitakan, bantuan sembako dari Pemerintah Kota Cilegon untuk warga terdampak Covid-19 dikeluhkan warga.

Paket sembako yang seharusnya layak konsumsi ini dikeluhkan lantaran beras dalam paket tersebut terdapat beras yang busuk dan bau. Adapun isi paket bantuan sosial terdiri dari beras, sarden, kecap, mie instan dan gula pasir. (*/Red/Angga)

Ied_Gerindra serang pandeglang
Mitsubishi
Loading...

Tinggalkan pesanan

Email anda tidak akan dipublikasi