Usai Deklarasi, Ratu Ati Keluhkan Kerja Bawaslu Cilegon yang Memproses Dugaan Pelanggaran

0
Subhi ASDP Santri

CILEGON – Deklarasi Bakal Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati dan Sokhidin, yang didukung empat Partai Politik (Parpol) pengusung yakni Golkar, NasDem, Gerindra, dan PKB, digelar di salah satu hotel di Kota Cilegon, Minggu, (9/8/2020).

Di sela-sela sesi wawancara, Bakal Calon Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati mengungkapkan harapannya agar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) bisa adil dalam menjalankan tugasnya.

Harapan tersebut diungkapkan, karena selama ini Ratu Ati merasa sejak awal, ia dan Sokhidin selalu dikaitkan dengan dugaan pelanggaran.

“Ini belum mendaftar pun luar biasa, terutama Bawaslu kepada saya. Pada kandidat lain juga sama agar adil,” keluh Ratu Ati.

Ip-Sankyu-santri

Ati berharap, jangan sampai cara yang tak baik dalam ajang Pilkada Cilegon kali ini, sehingga mengarah pada kejahatan politik, yang merusak hak-hak masyarakat. Ratu Ati juga mengklaim, pihaknya sejak dari awal sudah melakukan, dan patuh pada aturan.

Bila memang terbukti ada sesuatu yang dinilai melanggar, Ati menyerahkan untuk diproses oleh lembaga yang berwenang.

Namun Ratu Ati juga mengungkapkan hasil diskusinya dengan Walikota Edi Ariadi, bahwa dia merasa penanganan Bawaslu berlebihan, seperti dirinya sudah menjadi kandidat Paslon.

“Gimana kerja di kedinasan? Lurah atau camat yang ikut (acara saya-red) dicap mengikuti (tidak netral) itu. Ini yang tolong diluruskan temen-temen media,” jelas Wakil Walikota Cilegon tersebut.

Lebih lanjut, Ratu Ati juga merasa kesulitan bila ada masyarakat yang ingin silaturahmi dan akan mendukung, sebab ia tak bisa melarang hal tersebut. (*/A.Laksono)

Hipmi-lsm-dede
Loading...

Tinggalkan pesanan

Email anda tidak akan dipublikasi

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien