Bertambah Lagi, Padepokan Baru Silat Bandrong Diresmikan di Cilegon

Gerindra Nizar

CILEGON – Eksistensi seni budaya pencak silat Bandrong di Kota Cilegon semakin berkembang seiring dengan terus tumbuhnya peguron-peguron atau padepokan.

Seperti Padepokan Bandrong ‘Jaran Putih’ di Link. Rama Baru, Kelurahan Kebon Dalem, Kecamatan Purwakarta yang baru saja dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua DPD Bandrong Kota Cilegon, Sabtu (23/2/2019) malam.

Slogan Bandrong ‘Satu Komando, Aje Kendor’, tampak benar-benar terbukti pada rangkaian acara Pelatikan dan Pengukuhan Pengurus Padepokan Jaran Putih tersebut. Betapa tidak, selain dihadiri padepokan silat, jajaran pengurus dari 8 DPC Se-Cilegon, pengurus DPD Kota Cilegon, pengurus DPW Provinsi Banten, bahkan pengurus DPP hingga dewan pembina juga turut hadir yang begitu kompak dan semangat mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Fraksi serang

Aksi penampilan silat Bandrong mulai dari Padepokan Jaran Putih, perwakilan 8 DPC, DPD, DPW hingga dewan pembina DPP Bandrong, yang bergantian dengan iringan musik kendang, begitu menghibur para hadirin dan masyarakat sekitar yang menonton. Mereka seakan terhipnotis hingga tidak menghiraukan hujan gerimis yang datang.

“Kami dari pengurus Padepokan Jaran Putih ingin turut serta dalam melestarikan dan memajukan seni budaya khususnya pencak silat Bandrong di Cilegon. Anggota ada 40 orang, kita latihan rutin seminggu 2 kali, yaitu pada malam Sabtu dan Minggu, kita juga mengirim 4 anggota untuk latihan bersama di Sekretariat DPD,” kata Ketua Padepokan Jaran Putih, Ustadz Jahuri, kepada faktabanten.co.id usai acara.

Jahuri juga menjelaskan asal usul pemberian nama Jaran Putih pada padepokannya, yang terinspirasi dari leluhur yang berada di lingkungannya.

“Diberi nama Jaran Putih bermula dari Buyut Syukur yang berada di Link. Rama Baru samping mushola kita, atas dasar ini kita mengambil nama ini dengan keputusan bersama kepengurusan.
Alhamdulillah, malam ini kita dilantik dari pengurus DPD Cilegon,” terangnya.

Fraksi

Ketua DPC Bandrong Kecamatan Purwakarta, Hendra, mengaku senang dengan terus berkembangnya padepokan bandrong di bawah naungan kepengurusannya tersebut. Sehingga ia semakin terlecut untuk mempersatukan dan mensejahterakan anggota.

“Kami mengucapkan selamat kepada Padepokan Jaran Putih dari Kebon Dalem, tentunya ini bagian dari upaya kami untuk terus mengembangkan seni budaya Bandrong. Saat ini di Kecamatan Purwakarta sudah ada 36 Padepokan Bandrong yang
akan terus mengembangkan dan tugas kami mempersatukannya,” tegas Hendra.

“Untuk bisa mensejahterakan padepokan-padepokan ini, kami berharap adanya bentuk perhatian dari perusahaan-perusahaan BUMN, BUMD, dan swasta, untuk merekrut anggota kami yang sudah terlatih sebagai keamanan dan pekerjaan lainnya. Dan harapan kami kepada pemerintah, TNI/Polri untuk bisa bersinergi dengan kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Lurah Kebon Dalem, Edi Sufandi yang juga turut hadir, mengaku bangga dengan terus berkembangnya pencak silat Bandrong di wilayahnya yang kini sudah berjumlah 12 padepokan Bandrong. Pihaknya sebagai pemerintah siap bersinergi dalam melestarikan kearifan lokal tersebut.

“Sebagai kearifan lokal ini perlu untuk dihargai dan terus ditingkatkan, karena Bandrong bisa sinergi dengan pemerintah.
Bandrong juga tentunya diharapkan mampu memperkokoh persatuan dan kesatuan, bukan saja antar peguron tapi juga di tengah masyarakat dan negera ini. Karena sejarahnya, dulu seni bela diri Bandrong ini digunakan dalam mengusir penjajah,” tuturnya.

Dewan Pembina DPP Bandrong, Haji Nawawi Sahim dalam sambutannya, sedikit menceritakan historis berdirinya Bandrong di tatar Banten ini.

“Bandrong sudah berkembang seiring dengan masa Kesultanan Banten, melawan Belanda hingga mendorong Kemerdekaan Indonesia. Dan kami bangga kegiatan Bandrong untuk perlombaan dan kejuaraan sudah mendapatkan juara nasional di tingkat pencak silat mahasiswa,” tandasnya. (*/Ilung)

[socialpoll id=”2521136″]

Gerindra kuswandi