Dukung UMKM, Krakatau Internasional Port Adakan Webinar UMKM Naik Kelas
CILEGON – Dalam menciptakan iklim bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas, PT Krakatau Bandar Samudera atau Krakatau Internasional Port (KIP) adakan webinar untuk pelaku UMKM, Rabu, (28/7/2021).
Kegiatan yang berlangsung Pukul 13.30 WIB – 15.00 WIB ini diisi oleh 5 Narasumber yakni, Anggawira selaku Komite Investasi Kementerian Investasi/BKPM, Akbar Djohan selaku Direktur Utama PT. Krakatau Bandar Samudera, Anna Nurbani selaku Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi/BKPM, dan Sumarni Rifemi selaku CEO Garut Kulit, dengan moderator Nita Roshita dari KAIT Nusantara.
Dalam pemaparan materi, Direktur Utama PT. Krakatau Bandar Samudera, Akbar Djohan menjelaskan, 5 modal awal yang bisa UMKM lakukan untuk naik kelas seperti unik dan berkualitas, pahami pasar, marketplace, pahami cara ekspor dan brand awareness.
“Pertama unik dan berkualitas itu produk dagangan milikmu sebaiknya memiliki keunikan yang tak dimiliki oleh produk lain. Kedua, pahami pasar artinya pasar luar negeri memiliki karakteristik yang berbeda dari pasar lokal. Tidak semua negara memiliki preferensi terhadap produk yang kamu jual. Ketiga, marketplace artinya berjualan di marketplace menjadi cara yang paling mudah untuk dapat mengenalkan produk milikmu secara internasional,” ungkapnya.
Sementara langkah keempat yakni, pahami cara ekspor dijelaskan Akbar, karena ada beberapa aturan yang harus dipelajari dan pahami saat memulai ekspor, misalnya memenuhi syarat administrasi seperti dokumen ekspor, menyiapkan legalitas yang harus dimiliki eksportir, dan melihat tata cara aturan ekspor yang dikeluarkan oleh negara.
“Kelima, brand awareness yakni adalah kemampuan konsumen dalam mengenali atau mengingat sebuah merek, misalnya nama, gambar, logo, hingga produknya,” kata Dirut PT. KBS.
Sejauh ini, KIP sangat mensupport UMKM, dimana ini menjadi komitmen KIP untuk terus mendukung UMKM, diantaranya adalah santripreuneurship dan webinar untuk UMKM yang berkolaborasi dengan HIPMI. Bahkan, KIP mengunakan produk umkm lokal di perusahaan seperti, seragam perusahaan, dan souvenir perusahaan.
“Seragam KIP menggunakan produk UMKM lokal dengan motif batik baduy sebagai salah satu simbol Banten dari nikhol hijab batik dan tenun. Lalu, souvenir KIP menggunakan produk UMKM lokal dengan motif batik baduy sebagai salah satu simbol Banten,” jelasnya.
Dari keterangan perusahaan dijelaskan, di tengah pandemi yang terus menghantui perekonomian Indonesia, UMKM justru memperoleh peluang besar dan dipercaya oleh negara sebagai sektor yang dapat menolong kesejahteraan masyarakat saat covid-19 terjadi.
Bahkan tak sedikit dari mereka yang mulai beralih model dari usaha besar ke UMKM dan yang datang dari gelombang pekerja yang di PHK. Hingga saat ini, tercatat kurang lebih 59,2 juta pelaku usaha UMKM tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.
Fakta-fakta tersebut yang menyebabkan sektor UMKM menjadi primadona dan memiliki kesempatan besar untuk naik kelas.
Akan tetapi, dibalik ketenaran UMKM sebagai penyangga penting perekonomian, nyatanya sektor ini masih menghadapi sejumlah tantangan agar tetap eksis dan mampu berdaya saing hingga ke kancah internasional.
Tantangan tersebut seperti pemahaman digitalisasi dan kemampuan dalam menggunakan teknologi, keterbatasan dalam menembus akses secara lebih masif terutama untuk masuk ke pasar digital, hingga masih kurangnya kolaborasi yang kuat antara UMKM dengan usaha-usaha berskala besar.
Pemerintah terus berupaya untuk mengembangkan potensi UMKM untuk menjadi salah satu sektor utama bagi aktivitas perdagangan di Indonesia.
Upaya tersebut seperti alokasi anggaran hingga Rp 184,83 triliun, pengurangan beban perpajakan mencapai Rp 58,46 triliun, hingga mendorong perusahaan BUMN dan swasta untuk menciptakan kolaborasi pentahelix yang strategis.
Pemerintah berharap dengan banyaknya usaha yang diberikan dapat membawa UMKM dapat naik kelas sesuai dengan harapan Presiden.
Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, para ahli, pemangku kebijakan, dan pelaku usaha di bidangnya akan hadir untuk memaparkan materi terkait dengan UMKM Naik Kelas dalam berbagai hal. (*/A.Laksono).

