Kecanduan Obat Tramadol di Kalangan Pelajar Cilegon Kian Meresahkan

pcm koperasi

CILEGON – Adanya temuan anak pelajar Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA di Kota Cilegon yang mengkonsumsi obat keras Tramadol, membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon memberi perhatian pada kalangan pelajar.

Dan untuk memberi pencerahan seberapa bahayanya Tramadol jika dikonsumsi, BNNK selalu turun dan bersosialisasi ke sekolah – sekolah bahkan sampai ke Posyandu di Kota Cilegon.

Seperti kali ini yang dilakukan di Posyandu Wawar, Kelurahan Tamanbaru, Citangkil, Selasa (8/8/2017).

Penyuluh P2GN BNNK Cilegon, Nunung Nurhayati mengatakan, pada tahun 2017 ini pihaknya menemukan kasus ketergantungan obat terlarang jenis tramadol di kalangan pelajar SD. Hal ini yang menjadi alasan utama BNN melakukan sosialisasi ke Posyandu-posyandu.

“Ada beberapa yang diindikasikan mengkonsumsi tramadol. Memang kasusnya tak sebanyak anak-anak SMP,” katanya.

Menurut Nunung, Tramadol termasuk ke dalam obat-obatn yang dilarang dijual bebas sebab jika tidak sesuai pemakaian banyak efek sampingnya. Oleh karena itu harus dibeli sesuai resep dokter.

Loading...

“Untuk harga Tramadol cukup murah, 1 lempeng berisikan 10 butir hanya dijual sekitar Rp 15 sampai Rp 20 ribu. Obat ini juga mudah dicari, karena hampir semua apotek menjualnya. Efeknya pengguna tidak akan konsentrasi, karena merusak saraf otak,” ujarnya.

Selama ini, Nunung mengungkapkan para pecandu obat-obatan terlarang itu tidak mengetahui manfaat dan efek dari obat-obatan tersebut. Rata-rata mereka yang mengkonsumsi obat tersebut terserang sakit kepala.

“Yang mereka tau tramadol itu obat pusing. Namun karena keseringan si pengkonsumsinya itu bisa kecanduan. Awalnya satu butir, meningkat jadi dua dan tiga butir sekali minum. Bahkan jika sudah ketergantungan pengkonsumsi bisa minum 3 obat kali dalam sehari,” ungkapnya.

Nunung menegaskan untuk menekan penyalahgunaan obat-obatan itu, selama bulan Agustus ini BNNK Cilegon akan secara kontinyu melaksanakan sosialisasi P2GN di Posyandu se Kota Cilegon dengan sasaran para orang tua.

“Seluruh posyandu akan disosialisasi setiap hari ada tiga Posyandu selama bulan Agustus. Keluarga yang bisa mendidik anak-anaknya karena keluarga merupakan ujung tombak untuk mencegah anak-anaknya menyalahgunakan obat-obatan itu,” tegasnya.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) pada BNNK Cilegon Candratika Ari Putranto mengatakan, saat ini narkoba sudah sangat bahaya dan memperihatinkan dan sudah masuk ke semua lini tanpa terkecuali maka dengan itu cara terbaik pencegahaan adalah pada keluarga.

BPRS CM tabungan

“Saya berpesan pada Ibu – ibu yang hadir agar memberi nasehat pada anggota keluarganya agar menjauhi narkoba, memberi pencerahaan tentang bahaya narkoba pada anak – anaknya, cara yang baik dalam pencegahan narkoba itu pada keluarga bentengi keluarga kita dengan Iman, Ilmu dan Akhlak,” pungkasnya. (*)

Koperasi
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien