Krakatau Steel Akan Gelar RUPS Akhir Maret Ini, Ada 7 Agenda Penting Layak Jadi Perhatian Masyarakat

CILEGON – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengagendakan untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada Rabu pekan depan (29/3/2017) di Balai Kartini, Jakarta Selatan.

Agenda RUPS ini telah diumumkan secara resmi melalui website resmi Kementerian BUMN www.bumn.go.id sejak tanggal 7 Maret 2017 lalu.

Dalam pengumuman sekaligus sebagai undangan kepada pemegang saham tersebut, menjelaskan bahwa ada tujuh agenda yang akan dibahas dalam RUPS Krakatau Steel kali ini.

Pertama, pengesahan laporan keuangan tahunan dan laporan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) perseroan tahun buku 2016.

Kedua, penetapan kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan perseoran dan laporan PKBL.

Ketiga, RUPS juga akan menetapkan remunerasi tahun 2017 untuk anggota direksi dan dewan komisaris.

Ks nu

Keempat, persetujuan mendirikan Dana Pensiun Mitra Krakatau (DPMK).

Kelima, perubahan anggaran dasar perseroan.

Keenam, agenda lainnya yang diprediksi akan menjadi perhatian penuh pemegang saham, yakni dalam RUPS kali ini juga akan ada perubahan susunan pengurus perseroan yakni pergantian jajaran direksi dan komisaris dari pabrik baja pelat merah ini.

Diketahui, sejumlah nama direksi Krakatau Steel sendiri telah menjabat selama 2 periode atau 10 tahun masa jabatan sejak tahun 2007 lalu, diantaranya Direktur Utama Sukandar dan Dadang Danusiri yang sekarang menjabat sebagai Direktur Marketing.

Sedangkan agenda ketujuh RUPS yang juga patut menjadi perhatian serius pemegang saham maupun masyarakat, yakni tentang laporan penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana (initial publik offering/IPO) dan penawaran umum terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Diketahui, Krakatau Steel melakukan IPO pada Oktober 2010 lalu dengan perolehan dana sebesar Rp 2,59 triliun. Dalam laporan Juni 2016 lalu, dana IPO KS telah digunakan 64,2 % untuk tiga kegiatan perseroan yakni pertama untuk pembelian bahan baku (iron ore pellet, scrap, billet, dan slab). Kedua, penyertaan modal anak perusahaan Krakatau Bandar Samudera (KBS) dan Krakatau Daya Listrik (KDL), dan ketiga yang juga jadi perhatian yakni penyertaan modal untuk pematangan lahan Krakatau Posco.

Sedangkan perolehan dana dari right issue HMTED sendiri dan ditambah Rp 1,5 triliun dari Penyertaan Modal Negara (PMN) pada 2016 lalu, sebelumnya Krakatau Steel merencanakan untuk proyek pembangunan pabrik HSM #2 kapasitas 1,5 juta ton dan proyek pembangunan PLTU Batubara 1×5 MW. (*)

Cibeber nu