Wisata Anyer

Krisis Air Bersih Saat Kemarau, Polres dan Pemkot Cilegon Siapkan Mitigasi untuk Warga Terdampak

CILEGON — Kekeringan yang memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kota Cilegon akibat musim kemarau panjang menjadi perhatian bersama pemerintah daerah dan kepolisian.

Berbagai langkah penanganan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.

Kapolres Cilegon AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi mengatakan penanganan dampak kekeringan menjadi salah satu perhatian jajaran kepolisian, termasuk arahan dari Kapolda Banten agar masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih segera mendapatkan bantuan.

“Permasalahan dampak kekeringan atau krisis air bersih menjadi atensi Bapak Kapolda. Masyarakat Kota Cilegon maupun wilayah hukum Polres Cilegon yang mengalami kekeringan dapat menghubungi call center 110. Jika memang daerahnya membutuhkan air bersih, kami akan langsung turun membantu,” kata Bobby, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan air bersih sebelumnya telah dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Pulau Merak.

Menurutnya, Polres Cilegon juga akan berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) apabila menerima laporan dari masyarakat terkait krisis air bersih.

“Kalau ada laporan dari masyarakat, kami akan turun langsung bekerja sama dengan Forkopimda lainnya,” ujarnya.

Bobby menambahkan, pihaknya akan melakukan mitigasi dengan turun langsung ke lapangan untuk memetakan wilayah yang terdampak kekeringan.

“Saya baru sekitar seminggu bertugas. Insya Allah minggu ini kami akan turun ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi masyarakat. Apabila membutuhkan pasokan air bersih, kami akan segera menyalurkannya,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan beberapa wilayah masih mengalami kekeringan, terutama di kawasan Suralaya serta daerah pegunungan seperti Gunung Batur dan Tembulun.

Menurutnya, persoalan air bersih di wilayah Cipala mulai teratasi setelah jaringan pipanisasi selesai dibangun sehingga air sudah dapat mengalir ke masyarakat.

“Alhamdulillah untuk wilayah Cipala sekarang air sudah sampai melalui pipanisasi. Proyek ini nantinya akan menjadi percontohan bagi wilayah lain yang selama ini mengalami kesulitan air bersih,” kata Robinsar.

Ia memastikan Pemerintah Kota Cilegon telah memetakan wilayah rawan kekeringan dan menjalankan langkah mitigasi secara rutin melalui distribusi air bersih menggunakan mobil tangki.

“Setiap hari kami mengirim air ke wilayah Suralaya minimal tiga sampai empat mobil tangki. Untuk wilayah pegunungan seperti Gunung Batur dan Tembulun sekitar dua hingga tiga mobil tangki setiap hari sesuai kondisi akses jalan,” ujarnya.

Robinsar menjelaskan, satu mobil tangki membawa sekitar empat ton air sehingga distribusi ke wilayah Suralaya mencapai sekitar 16 ton air per hari. Sementara untuk wilayah pegunungan, kapasitas distribusi maksimal sekitar 12 ton per hari karena medan yang cukup sulit.

“Kalau jalannya memungkinkan mobil bisa naik langsung, tetapi kalau tidak memungkinkan distribusinya dilakukan secara bertahap. Yang terpenting kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.

Selain penanganan darurat, Pemkot Cilegon juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur air bersih di sejumlah kawasan rawan kekeringan.

“Semoga program yang sedang berjalan dapat selesai tahun ini sehingga tahun depan wilayah-wilayah yang selama ini mengalami kekeringan bisa semakin berkurang. Kami terus berupaya agar ke depan tidak ada lagi krisis air bersih di Kota Cilegon,” kata Robinsar.***

Kapolres Cilegon
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien