PAD Retribusi Pasar Baru Cilegon Naik Signifikan, Targetkan Rp500 Juta di Tahun 2022

CILEGON – UPTD Pasar Baru Kranggot, Kota Cilegon terus berupaya mengoptimalkan fungsi pasar di wilayahnya. Selain untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kenyamanan masyarakat pengunjung dan para pedagang juga menjadi prioritas.

Kepala UPTD Pasar Baru Kranggot, Aceng Syarifudin mengatakan, retribusi pelayanan pasar mengalami kenaikan yang semula Rp 800rb per hari, sejak per tanggal 16 September naik menjadi Rp 1,5 juta per hari. Itu tidak termasuk dari sektor perparkiran, sebab retribusi parkir dikelola langsung oleh Dinas Perhubungan.

“Saat ini (pencapaian) sudah Rp 280 juta pertahunnya, pertanggal 16 September per harinya sudah naik 1,5 juta rupiah per hari, mudah mudahan ke depan akan naik signifikan per tahunnya,” kata Aceng kepada Fakta Banten, Selasa, (21/9/2021).

Menurut dia di Perda no 7 tahun 2012 tentang retribusi pelayanan pasar yang bisa ditarik pemerintah kota adalah sewa toko, kios atau lapak yang menempati pasar milik pemerintah kota tersebut.

“Kalau pasar swasta tidak kita lakukan penarikan retribusi, karena tidak ada anggaran dari Pemerintah Kota untuk pemeliharaan baik fisik atau lainnya yang dimiliki masyarakat tersebut,” ujarnya.

Ia menyebut kenaikan tersebut dikarenakan adanya langkah evaluasi pembenahan SDM pegawai pasar dan validasi data yang dilakukan oleh Disperindag.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Cilegon Syafrudin mengatakan, kenaikan PAD dari retribusi pelayanan pasar itu hasil dari validasi seluruh pedagang dan sosialisasi Perda, dari semula Rp280 juta rupiah, di tahun 2022 akan menarget Rp500 juta rupiah.

“Mudah-mudahan target ini bisa tercapai dan dapat dukungan dari pedagang, semoga mereka terap bisa bertahan meski saat ini kondisi pandemi covid-19, rezeki yang banyak hingga bisa lancar membayar kewajiban mereka,” ujarnya

Potensi yang paling besar PAD yang didapat instansinya pada sektor retribusi pelayanan pasar ini, tidak ada yang lain.

Ia menambahkan untuk sektor kemetereologian atau tera ulang baik timbangan, takaran dan ukuran ke depan akan di uji terlebih dahulu oleh tim, dan akan menjadi potensi PAD.

“Jadi sektor kemetereologian ini salah satu sumber PAD juga, selama ini kita belum pungut, ke depan akan kita lakukan,” pungkasnya. (*/Ihsan)