Pemkot Cilegon Perkuat Penerangan Jalan, Ruas Jalan Nasional jadi Perhatian
CILEGON — Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Perhubungan terus memperkuat pelayanan transportasi dan keselamatan pengguna jalan, salah satunya dengan meningkatkan penerangan jalan umum (PJU), termasuk di sejumlah ruas jalan nasional yang berada di wilayah kota tersebut.
Walikota Cilegon Robinsar mengatakan pemerintah daerah menargetkan peningkatan penerangan pada sejumlah ruas jalan yang masih minim cahaya sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan masyarakat.
“Walaupun kewenangannya bukan di Pemkot Cilegon, tapi berkaitan dengan keselamatan masyarakat. Insyaallah ke depan kita akan ambil bagian,” kata Robinsar, Senin (21/9/2026).
Ia mengatakan Pemkot Cilegon telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait rencana pemasangan PJU di sejumlah titik jalan nasional yang masih minim penerangan.
Menurut dia, ruas jalan nasional mulai dari kawasan sekolah hingga arah Sriwi menjadi salah satu titik yang masuk dalam perencanaan penerangan.
Pemerintah daerah juga akan memprioritaskan sejumlah titik yang dinilai masih gelap.
“Jalan nasional yang ada di Kota Cilegon, kami sudah koordinasikan. Karena ini menyangkut keselamatan masyarakat Kota Cilegon,” ujarnya.
Robinsar menegaskan upaya tersebut bukan berarti Pemkot Cilegon mengambil alih kewenangan pemerintah pusat.
Pemasangan PJU akan dilakukan melalui koordinasi dan sinergi dengan instansi yang memiliki kewenangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon Heri Suheri mengakui pelayanan PJU masih perlu ditingkatkan.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila penanganan pengaduan terkait penerangan jalan selama ini belum optimal.
“Kami juga mohon maaf kalau pelayanan kepada masyarakat belum optimal, belum cepat, belum responsif dan belum sesuai dengan harapan,” kata Heri.
Ia mengatakan Dishub akan terus melakukan pembenahan, termasuk menambah fasilitas pendukung untuk mempercepat penanganan gangguan PJU.
Salah satunya melalui rencana penambahan satu unit mobil crane PJU pada tahun mendatang.
“Insyaallah tahun depan ada tambahan satu unit mobil crane PJU, sehingga menjadi dua unit,” ujarnya.
Heri menjelaskan kebutuhan PJU di Kota Cilegon mencapai sekitar 12 ribu titik, sedangkan sebanyak 6.385 titik di antaranya telah terpasang.
Menurut dia, persoalan penerangan jalan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan titik baru, tetapi juga gangguan akibat pencurian kabel dan perangkat MCB yang menyebabkan sejumlah lampu kembali tidak berfungsi.
Meski demikian, Dishub terus melakukan perbaikan berdasarkan laporan masyarakat dan kondisi di lapangan.
Terkait penerangan di jalan nasional, Heri mengatakan Pemkot Cilegon telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan mendapatkan ruang untuk membantu memenuhi kebutuhan PJU di sejumlah titik.
“Bukan mengambil alih. Pemerintah Kota Cilegon membantu karena berkaitan dengan keselamatan masyarakat. Kami koordinasi dan alhamdulillah diperbolehkan,” katanya.
Ia menjelaskan pemasangan PJU nantinya dilakukan secara sinergis dengan pihak yang memiliki kewenangan, termasuk Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan Kementerian Pekerjaan Umum.
“Kalau ada titik-titik jalan nasional yang masih kurang, nanti kita lengkapi melalui anggaran APBD. Tapi tentu kita survei lagi titiknya,” ujar Heri.
Selain pemerintah daerah, Heri mengapresiasi dukungan pemerintah kelurahan, pengelola perumahan, serta sejumlah perusahaan dan industri yang turut membantu penyediaan penerangan di lingkungan masing-masing.
Di sisi lain, Dishub Kota Cilegon juga terus berkoordinasi dengan Satlantas Polres Cilegon dalam pengaturan lalu lintas, khususnya di sejumlah titik yang rawan mengalami kemacetan.
Namun, keterbatasan personel membuat pengawasan belum dapat dilakukan secara maksimal di seluruh titik rawan kemacetan.
“Kami dengan Satlantas berusaha bisa hadir di titik-titik kemacetan. Namun personel yang ada belum bisa menempatkan personel di semua titik rawan macet,” katanya.
Heri berharap ke depan terdapat penambahan personel sehingga pengaturan dan pengawasan lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan dapat dilakukan lebih optimal.
Ia mengatakan momentum Hari Perhubungan Nasional 2026 menjadi pengingat bagi jajaran Dishub untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki.
“Kami tetap bekerja keras untuk bisa meningkatkan pelayanan sesuai dengan fungsi dan kewenangan yang ada,” pungkasnya.***

