Pipa Gas Pertamina Bocor Tergaruk Beko Proyek Drainase, DPUPR Cilegon Perketat Pengawasan
CILEGON – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon akan memperketat pengawasan terhadap pekerjaan pembangunan drainase di kawasan Pondok Cilegon Indah (PCI) menyusul terjadinya kebocoran pipa gas Pertamina yang diduga akibat terkena alat berat (beko) saat pengerjaan proyek.
Kepala DPUPR Kota Cilegon Dendi Rudiatna mengatakan, pihaknya akan meningkatkan pendampingan dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk PT Perusahaan Gas Negara (PGN), untuk mengantisipasi kejadian serupa.
“Kita akan melakukan pendampingan lebih ketat, terutama dengan PGN agar hal seperti itu tidak lagi terjadi,” kata Dendi kepada wartawan di Cilegon, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, koordinasi dengan PGN sebenarnya telah dilakukan sebelum pekerjaan dimulai. Namun, kondisi di lapangan tetap memiliki risiko sehingga diperlukan pengawasan lebih ketat selama proses pengerjaan.
“Sebetulnya dengan PGN pun kita sudah koordinasi. Pada prinsipnya, apa yang terjadi di lapangan sudah kita antisipasi. Ada gangguan sedikit, tetapi alhamdulillah saat ini sudah selesai diperbaiki,” ujarnya.
Dendi menegaskan, setiap pekerjaan konstruksi memiliki risiko yang sebelumnya telah diperhitungkan melalui langkah mitigasi. Karena itu, pengawasan lapangan akan terus diperkuat agar pekerjaan dapat berjalan aman dan tidak mengganggu jaringan utilitas yang berada di sekitar lokasi proyek.

“Mitigasi risiko pekerjaan pasti ada dan sudah dilakukan sebelumnya,” katanya.
Dendi menjelaskan, proyek pembangunan drainase di kawasan PCI tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026. Pekerjaan drainase memiliki panjang sekitar 1,5 kilometer, mulai dari depan kawasan PCI hingga sekitar Alfamidi.
Adapun kedalaman drainase yang dibangun mencapai sekitar satu meter.
“Tahun ini baru sebelah kiri. Insya Allah untuk sebelah kanan tahun depan,” kata Dendi.
Ia menjelaskan, pembangunan drainase dilakukan secara bertahap karena saluran yang sebelumnya dibangun oleh pengembang kawasan PCI belum dinormalisasi secara menyeluruh.
“Kalau secara parsial sudah, tetapi secara menyeluruh belum dilakukan normalisasi,” ujarnya.
Untuk pembangunan drainase tersebut, Pemerintah Kota Cilegon mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,3 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).***


