Rangkul Progresif Indonesia, Lapas Cilegon Wadahi Kreativitas Warga Binaan Lewat Teater
CILEGON – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Salah satu bentuk pembinaan tersebut diwujudkan melalui pergelaran teater kolaboratif bersama Progresif Indonesia pada Jumat (30/10/2026).
Program pembinaan kepribadian berbasis seni dan budaya ini dirancang sebagai wadah bagi para warga binaan untuk menyalurkan kreativitas, mengasah potensi diri, serta menumbuhkan rasa percaya diri.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Cilegon serta perwakilan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Banten.
Kehadiran jajaran pemangku kepentingan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap proses pemberdayaan warga binaan agar siap berintegrasi kembali dengan masyarakat kelak.
Melalui seni peran, para warga binaan diajak untuk belajar bekerja sama, melatih kedisiplinan, mengekspresikan diri secara positif, serta menyerap nilai-nilai kehidupan yang membina.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik tidak memadamkan ruang untuk berkarya dan memperbaiki diri.
Guna memastikan acara berjalan aman dan tertib, pihak Lapas Kelas IIA Cilegon mengerahkan pengamanan ketat dengan bersinergi bersama Polsek Cibeber dan Kodim 0623/Cilegon.
Kolaborasi lintas sektor ini menjaga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung kondusif.
Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Wahyu Trah Utomo, menegaskan bahwa pendekatan seni dan budaya merupakan instrumen penting dalam pembentukan karakter serta penggalian potensi warga binaan.
Ia berharap kerja sama dengan Progresif Indonesia dapat terus berlanjut secara berkesinambungan sebagai bagian dari program pembinaan yang berkelanjutan.
”Di balik setiap jeruji, selalu ada cerita dan harapan. Lewat seni, para warga binaan membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bertumbuh, berkarya, dan merajut masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. ***

