CILEGON – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) resmi mengumumkan pengalihan seluruh porsi kepemilikan sahamnya di PT Krakatau Osaka Steel (KOS).
Perusahaan tersebut merupakan usaha patungan (joint venture) antara KRAS dan produsen baja asal Jepang, Osaka Steel Co. Ltd. (OSC).
“Perseroan telah mengalihkan sebanyak 14.000 lembar saham seri B dalam KOS. Jumlah tersebut mewakili 20% dari total hak suara, atau setara dengan 14% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam KOS kepada OSC,” ungkap manajemen KRAS dalam keterangan resminya.
Plt. Corporate Secretary KRAS, Rachman Hidayat, menyebutkan bahwa transaksi divestasi ini telah rampung dilaksanakan pada 29 Juni 2026 lalu.
Melalui aksi korporasi ini, KRAS mengantongi dana segar senilai US$14 juta yang telah dibayar lunas oleh pihak OSC.
“Dengan demikian, seluruh saham milik Perseroan dalam KOS kini telah sepenuhnya beralih kepada OSC,” tambah Rachman.
Langkah KRAS melepas 14% sahamnya ini menyusul keputusan strategis OSC yang memilih untuk menutup total bisnisnya di Indonesia.
Berdasarkan catatan redaksi, PT Krakatau Osaka Steel terpaksa dilikuidasi akibat performa profitabilitas perusahaan yang terus merosot sejak tahun 2022.
Kondisi ini diperparah dengan macetnya arus kas bebas struktural (structural free cash flow) pada awal tahun 2025.
Penurunan kinerja keuangan tersebut ditengarai kuat sebagai imbas dari pangkasan signifikan anggaran proyek infrastruktur domestik oleh pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.
Perusahaan baja yang berbasis di Cilegon, Banten ini tercatat memiliki modal disetor sebesar US$100 juta, dengan mayoritas kepemilikan saham (86%) dikuasai oleh OSC sebelum divestasi.
Selama beroperasi, KOS fokus memproduksi baja profil dan batang tulangan (reinforcing bars) untuk memasok pasar domestik Indonesia.
Proses penghentian operasional KOS dilakukan secara bertahap:
30 April 2026: KOS resmi menghentikan seluruh kegiatan produksi.
30 Juni 2026: KOS resmi membekukan operasional secara total (total shutdown).***

