Begini Respon Sopir Angkot di Cilegon Terhadap Keberadaan Ojek Online

Gerindra Nizar

CILEGON – Fenomena ojek online yang mulai merambah Kota Cilegon saat ini disikapi dengan keresahan dari para pelaku profesi informal, seperti tukang ojek pangkalan dan sopir angkot.

Seperti diungkapkan Sulhi, salah seorang sopir angkot Jurusan PCI – Simpang yang tampak sedang mangkal di perempatan akses tol Cilegon Timur dan Terminal Seruni.

Ia mengaku mulai merasakan menurunnya jumlah penumpang dalam beberapa hari belakangan.

Fraksi serang

“Iya kien wis pirang dine kien sepi bae (iya ini sudah beberapa hari ini sepi aja), makanya daripada nyari penumpang di jalan udah jarang mending nunggu penumpang yang turun dari bus, sabar dulu ya kang,” kata Sulhi bercerita kepada Fakta Banten, Sabtu (15/4/2017).

Saat ditanya penyebab sepinya penumpang dan disinggung akan sudah beroperasinya ojek online di Cilegon, Sulhi justru mengaku tidak mengetahui.

Fraksi

“Ga tahu kenapa, biasanya sih sepi juga ga kaya sekarang-sekarang ini, ga tahu saya, ojek online itu yang bagaimana kang,” ujarnya, polos.

Fakta Banten juga coba menanyakan kepada sopir angkot lainnya, Heri, sopir angkot jurusan Cilegon-Merak yang sedang mangkal di depan Supermall Cilegon.

Ia mulai merasakan adanya penurunan penumpang pada area perkotaan.

“Udah biasa lah kadang sepi kadang rame, cuma iya sih akhir-akhir ini untuk area perkotaan penumpangnya agak kurang mas, tapi kalau dari Pusdiklat ke Merak mah normal aja,” kata Heri.

Ketika ditanya faktor apa yang mempengaruhi kurangnya penumpang angkot di area perkotaan, Heri memprediksi karena faktor hari libur dan keberadaan ojek online.

“Bisa jadi karena hari libur, terus katanya kan sekarang di Cilegon sudah ada ojek online juga ya mas? Kok dibolehin gitu aja sih?” ungkapnya nampak resah. (*)

Gerindra kuswandi