Ricuh; 10 Korban Suporter PSS Sleman, 3 dari Cilegon United dan 1 Polisi Dilarikan ke RSKM

CILEGON – Pertandingan Sepakbola antara Cilegon United FC dan PSS Sleman sempat terjadi kericuhan hebat. Bahkan sebanyak 10 korban dari suporter PSS Sleman, 3 pendukung Cilegon United dan satu anggota Polres Cilegon harus dilarikan ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, awal kejadian dipicu oleh ulah provokatif seorang tenaga medis PSS Sleman di belakang gawang Cilegon United setelah melakukan penanganan salah satu pemain yang mengalami cedera.

Tenaga medis yang belum diketahui namanya itu menggoyang-goyang jaring gawang Cilegon United saat PSS Sleman hendak melakukan tendangan bebas.

Karena dianggap mengganggu, pemain belakang Cilegon United menegur petugas medis itu, dan seketika kemudian si petugas medis terguling-guling seraya kesakitan di dalam lapangan.

Aksi petugas medis itu juga memicu kemarahan penonton. Alhasil, berbagai benda dan botol minuman beterbangan melempari ke arah lapangan. Hingga akhirnya si petugas medis tersebut diamankan petugas kepolisian.

Usai peristiwa itu, seketika saja di tribun bagian barat terjadi keributan antar suporter. Ketika itu juga puluhan Suporter PSS Sleman merangsek ke lapangan ketika pertandingan masih berlangsung.

Advertorial

Advertorial

Melihat kejadian tersebut aparat Kepolisian Polres Cilegon dengan dibantu Brimob mengusir para penonton tersebut. Hingga akhirnya di menit ke-78, pertandingan akhirnya dihentikan sementara.

Setelah dirasa aman, pertandingan dilanjutkan kembali, namun ketika baru lima menit pertandingan terdengar ejekan dari para pendukung PSS Sleman yang membuat para pendukung Cilegon United emosi. Untuk menghindari kericuhan meluas, aparat kepolisian akhirnya mengeluarkan gas air mata ke arah kericuhan akibatnya 10 orang korban dari PSS Sleman, 3 pendukung Cilegon United dilarikan dan satu anggota Polres Cilegon Iptu Paryanto dilarikan ke RSKM Cilegon.

Perempuan bernama Indah (15) yang mengaku warga Cimerak Krenceng, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil mengatakan, kepalanya pusing dan napasnya nyesek setelah menghirup gas air mata yang ditembakan aparat Kepolisian saat kericuhan.

“Endas kite mubeng (Kepala saya sakit) Kang, nafas nyesek hampir saja saya pinsan berutung ada temen yang membawa ke RSKM,” ujar Indah saat ditemui di UGD RSKM Cilegon, Jum’at (6/10/2017) petang.

Sementara itu Iptu Paryanto, anggota Polres Cilegon saat ini masih dirawat di RSKM setelah dipukuli oleh para pendukung PSS Sleman yang membuat wajah dan kepalanya memar.

“Awalnya saya ingin melerai kericuhan agar tidak meluas, tapi tiba-tiba para pendukung PSS Sleman memukul saya secara bertubi tubi yang membuat wajah dan kepala saya memar beruntung saya langsung dilarikan ke RSKM,” ungkapnya.

Kendati ricuh, pertandingan Cilegon United dan PSS Sleman ini tetap dilanjutkan hingga akhir babak kedua dengan kedudukan skor akhir imbang 2-2. (*/Adam RT)