Sering Terjadi Kecelakaan dan Terendam Banjir, Pemerintah Dituntut Benahi Infrastruktur Jalan Raya Merak

CILEGON – Seringnya kejadian kecelakaan lalu-lintas di sepanjang Jalan Raya Merak dan banyaknya genangan air bahkan dilanda banjir saat hujan turun, pengguna jalan yang biasa melintasi jalur ini menuntut pemerintah untuk membenahi infrastuktur jalan tersebut.

Ks nu

Diketahui, dalam kurun waktu seminggu ini sudah ada dua kecelakaan lalu-lintas yang menyebabkan dua korban jiwa, sedangkan malam tadi terjadi genangan air akibat meluapnya Sungai Grogol menyebabkan kemacetan dan kendaraan mogok.

Selain itu juga, di sepanjang jalur jalan nasional ini juga sudah banyak didapati aspal jalan yang berlubang.

Yudi, salah seorang sopir angkot jurusan Cilegon – Merak yang kendaraannya mogok akibat terjebak banjir mengeluhkan kondisi jalan Raya Merak ini.

“Wah, kalau begini terus bagaimana ini, jangankan buat makan anak istri, untuk servis mobil dan ngejar setoran saja saya keteter. Buat Pak Pemerintah tolonglah dibenahi infrastrukturnya,” keluhnya saat berbincang dengan Fakta Banten, Senin malam (20/2).

Sama halnya dengan Pendi, karyawan salah satu pabrik di Kawasan Gerem ini mengeluhkan penerangan jalan yang dianggapnya sudah banyak yang redup dan mati.

“Penerangan lampu jalan itu tuh kang, kayaknya sudah banyak yang nyalanya redup dan mati, makanya jadi rawan kecelakaan. Kemarin aja dua malam berturut-turut ada tabrakan sampe ada korban yang meninggal,” jelasnya.

Begitu juga Dayat, mahasiswa yang hampir setiap hari melewati jalan Raya Merak ini juga menyoroti kondisi ruas jalan yang sudah banyak berlubang dan menuntut Pemerintah Kota Cilegon untuk berkoordinasi aktif membawa usulan perbaikan jalan ini kepada pemerintah pusat.

“Secara logika wajar saja sering terjadi kecelakaan karena kondisinya begitu, banyak lubang, penerangan jalan kurang. Karena ini jalan nasional, dan kalaupun ini kewenangan pemerintah pusat, tapi kan jalan ini ada di Cilegon, Dinas PU, Dinas Perhubungan atau Walikota Cilegon bisa menyurati pemerintah pusat, masa mau didiemin aja?,” ketus Dayat.

Mahasiswa asal Merak yang kuliah di salah satu kampus di Serang ini juga menuntut pemerintah untuk menata kembali atau menambahi rambu-rambu lalu-lintas di jalan Raya Merak.

“Karena makin sering terjadi kecelakaan di jalur ini petugas terkait dalam hal ini Satlantas dan Dinas Perhubungan juga harusnya peka, ganti rambu-rambu lalu-lintas yang sudah usang dan kalau perlu ada penambahan rambu, jangan peka-nya setahun sekali pas mudik lebaran aja, pas ada menteri dan presiden sidak aja,” tegasnya. (*)

Cibeber nu