Soroti Kecelakaan di JLS Cilegon, Plt Walikota: Siapa yang Salah?

CILEGON – Kecelakaan di ruas Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang menjadi perbincangan karena seringnya memakan korban jiwa. Seperti kejadian pada pada Rabu (21/3/2018) kemarin, dimana pengendara ayah dan anak harus meregang nyawa akibat terlindas truk tangki di JLS tepatnya di Jembatan Temiyang depan Perumahan Grand House Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil.

Kecelakaan yang memakan korban jiwa ini mendapat respon serius dari Plt Walikota Edi Ariadi.

Dalam agenda Forum Perangkat Daerah Dinas Perhubungan Kota Cilegon, Kamis (22/3/2018) pagi, Edi dengan tegas menyinggung soal kecelakaan tersebut.

Edi mempertanyakan siapa yang salah di balik insiden kecelakaan tersebut, dan seringnya terjadi kecelakaan di JLS dan juga jalan nasional.

“Kemarin ada yang kecelakaan di JLS saya lihat fotonya di pesan whatsapp, pengendara motor dengan truk tangki pembawa semen. Nah sekarang siapa yang harus dipersalahkan dalam kecelakaan tersebut? Apakah pengendara atau aparat?” ungkap Edi dalam sambutannya.

Mengenai banyaknya dugaan bahwa kecelakaan disebabkan utamanya oleh kondisi jalan yang rusak, Edi seakan membantahnya. Bahwa kinerja aparat Pemerintah Kota Cilegon selama ini sudah maksimal.

“Padahal aparat sendiri sudah melakukan kinerjanya dengan baik. Tapi ya sudahlah hal ini menjadi perhatian kita bersama,” imbuhnya.

Sementara diungkapkan oleh salah seorang warga sekitar, Wawan, yang juga bekerja sebagi security di Perumahan Grand House, dalam tiga bulan terakhir di 2018 ini sudah terjadi sekitar 3 kali kecelakaan yang memakan korban jiwa di lokasi yang sama.

Wawan menduga, akibat jalan di depan kantornya ini bergelombang dan juga berlubang sehingga mengakibatkan pengendara terjatuh.

Diketahui pada Rabu (21/3/2018) tepatnya pukul 15.30 WIB telah terjadi kecelakaan lalu-lintas antara truk tangki bernopol B 9095 UFU dengan pengendara sepeda motor Honda Blade nopol A 2533 TY.

Kecelakaan tersebut berujung maut, kedua korban Ayah dan anaknya Agus (20) warga Kampung Sambi Recek, Desa Sigedong, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, harus meninggal di tempat.

Wawan, yang juga menyaksikan langsung kejadian kecelakaan tersebut menjelaskan, bahwa motor yang dikendaraai korban sedang mengurangi laju kendaraannya karena ada lubang tiba-tiba dari belakang datang truk dengan kecepatan tinggi menghantam korban dari belakang.

“Iya tadi tuh saya sedang berdiri disana (depan Perumahan Grand House-red) korban mengurangi kecepatan karena ada lubang terus datang dari belakaang mobil truk nabrak dari belakang,” jelasnya. (*/Temon)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien