Walikota Cilegon Robinsar Tingkatkan Komitmen Kesejahteraan Buruh
CILEGON – Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan jika Pemerintah Kota Cilegon akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan buruh serta menjaga iklim investasi yang kondusif di Kota Cilegon.
Komitmen tersebut disampaikannya saat menghadiri Peringatan Hari Buruh Internasional tingkat Kota Cilegon yang berlangsung di Pusdiklat Krakatau Steel, Senin 04 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Robinsar juga mengungkapkan bahwa pihaknya berencana akan menyelenggarakan peringatan Hari Buruh yang lebih meriah pada tahun mendatang sebagai bentuk apresiasi kepada para pekerja.
“Kami siap bekerja sama, siap mengakomodir kebutuhan buruh, dan juga membuka ruang komunikasi dengan industri agar semuanya bisa berjalan baik. Insyaallah tahun depan kita akan buat lebih meriah acara Hari Buruhnya,” ujarnya.
Robinsar menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, buruh dan pelaku industri dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis. Menurutnya, sinergi yang kuat menjadi kunci untuk mendorong kemajuan ekonomi daerah.
“Buruh itu bukan hanya pekerja saja, tetapi buruh kami maknai sebagai roda pemutar perekonomian. Tanpa buruh, aktivitas produksi pabrik tidak akan berjalan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Robinsar mengajak seluruh buruh dan industri untuk terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi. Menurutnya, hubungan yang harmonis akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan buruh serta pertumbuhan industri di Kota Cilegon.
“Kita harus saling menguatkan antara industri, buruh dan pemerintah agar buruh dan industri di Kota Cilegon ini bisa semakin maju dan sejahtera. Pada prinsipnya kami pemerintah mengucapkan apresiasi dan siap bekerja sama dengan baik, siap mengakomodir, serta mengoordinasikan apa yang menjadi kebutuhan teman-teman buruh,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon Sri Widayati mengatakan jika tahun ini peringatan May Day di Kota Cilegon menunjukkan perkembangan positif dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan jika terjadi perubahan paradigma dalam peringatan Hari Buruh, yang kini lebih mengedepankan kegiatan konstruktif dan bermanfaat untuk masyarakat.
“Pelaksanaan May Day di Kota Cilegon tahun ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Kegiatan tidak lagi didominasi oleh pengerahan massa di jalan raya, namun beralih kepada kegiatan yang lebih konstruktif dan bermanfaat,” jelasnya.
Dikatakan Sri, eskalasi unjuk rasa juga mengalami penurunan signifikan yang ditandai dengan tidak adanya blokade jalan maupun gangguan terhadap fasilitas umum.
Ia mengatakan bahwa pendekatan kini dikedepankan melalui musyawarah dan dialog, seperti audiensi formal, forum diskusi, serta kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kondisi yang kondusif ini merupakan hasil dari komunikasi dan sinergi yang baik antara Pemerintah Kota Cilegon, aparat penegak hukum, pengusaha, dan buruh. Saya harap kondisi ini terus dijaga dan diperkuat, sehingga Kota Cilegon dapat terus tumbuh sebagai kawasan industri yang harmonis, produktif, dan ramah investasi,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, perwakilan Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (FSKEP), Rudi Syahrudin dalam orasinya menghimbau agar perusahaan dapat lebih bijak dalam menyikapi persoalan ketenagakerjaan, khususnya yang berkaitan dengan pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurutnya persoalan ketenagakerjaan, termasuk potensi PHK, seharusnya dapat diselesaikan melalui musyawarah untuk mencapai solusi terbaik.
“Untuk buruh, tetap semangat. Mudah-mudahan di tengah globalisasi ini, PHK bisa dihindari, khususnya di Kota Cilegon dan untuk perusahaan saya minta agar pakai nurani dalam menyikapi masalah perburuhan. Ingat, para pekerja ini punya keluarga dan anak yang harus dibiayai. Jangan hanya mengedepankan ego dengan terus melakukan PHK semua persoalan bisa diselesaikan melalui musyawarah, pasti ada jalan keluar,” tegasnya.
Rudi juga mengajak kepada seluruh federasi serikat pekerja untuk bersatu dalam memperjuangkan kepentingan buruh, sehingga memiliki kekuatan yang lebih besar dalam menyuarakan aspirasi.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas dan keharmonisan hubungan industrial di Kota Cilegon melalui kerja sama antara buruh, pemerintah dan pelaku industri.
“Kita harus bersatu, di Cilegon ada delapan federasi jadi jangan sampai berjalan sendiri-sendiri sebab dengan kita bersatu, kita akan jauh lebih kuat dalam memperjuangkan hak-hak buruh dan saya juga minta agar bisa bersama sama menjaga kondusivitas supaya hubungan industrial di Kota Cilegon tetap harmonis,” pungkasnya. ***


