APINDO Banten Gagas SMK Vokasi untuk Cetak Lulusan Siap Kerja

SERANG — Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Banten menggagas pembangunan SMK Apindo Daya Banten sebagai sekolah vokasi yang diarahkan untuk mencetak lulusan siap kerja sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Provinsi Banten.
Gagasan tersebut dilatarbelakangi masih adanya kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) di Banten. Lulusan sekolah kejuruan dinilai tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi juga perlu dibekali kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Ketua Yayasan Apindo Daya Banten, Najib Hanafi, mengatakan upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Yayasan Apindo Daya Banten dan Yayasan Mitra Industri Mandiri yang mengelola SMK Mitra Industri MM2100 di Cikarang.
Menurut Najib, konsep pendidikan vokasi yang dikembangkan harus mampu menjawab kebutuhan industri sehingga lulusan tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga budaya dan etos kerja yang kuat.
“Lulusannya itu siap kerja. Jadi memiliki kompetensi, memiliki budaya etos kerja, memiliki disiplin, memiliki pengetahuan, kemampuan teknis, memahami safety, memahami produktivitas,” kata Najib, Selasa (15/9/2026).
Ia mengatakan persoalan link and match antara lembaga pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri hingga kini masih menghadapi kesenjangan sehingga diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara dunia pendidikan, pemerintah dan industri.
“Sekarang ini kan sering bicara link and match antara pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri. Nah, banyak yang tidak nyambung. Gap-nya masih cukup besar,” ujarnya.
Atas dasar itu, APINDO Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten dan DPRD Provinsi Banten menginisiasi pembangunan SMK Apindo Daya Banten sebagai salah satu upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.
Najib menegaskan keberadaan sekolah tersebut tidak semata-mata untuk mencetak lulusan baru, tetapi diarahkan agar para siswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga peluang mereka untuk terserap ke dunia kerja semakin besar.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia di Provinsi Banten, dan pada akhirnya tujuan akhirnya adalah mengurangi tingkat pengangguran di Provinsi Banten,” katanya.
Ketua Harian DPP APINDO Banten yang juga Owner PT Propan, Kris R. Adidharma, mengatakan calon siswa SMK Apindo Daya Banten nantinya diprioritaskan berasal dari wilayah sekitar kawasan industri.
Menurutnya, pola tersebut diharapkan dapat memperpendek kesenjangan antara lulusan sekolah dengan kebutuhan tenaga kerja perusahaan yang berada di sekitar kawasan industri.
“Jadi siswa itu akan diambil daripada di daerah kawasan-kawasan tersebut. Ini adalah salah satu untuk mengatasi pengangguran, tingkat pengangguran di Banten,” kata Kris.
Ia mengatakan sejumlah jurusan yang tengah dipersiapkan, antara lain Mekatronika, Akuntansi, Logistik, dan Ototronik. Sementara jurusan Teknologi Pangan masih dalam tahap kajian.
Kris menegaskan penentuan jurusan akan disesuaikan dengan kebutuhan industri sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki peluang penyerapan kerja yang lebih besar.
“Kita harus memastikan bahwa semua jurusan yang dibangun itu akan dapat diserap dengan baik oleh perusahaan-perusahaan di sekitarnya,” ujarnya.
Untuk penerimaan siswa, proses penjajakan dan rekrutmen awal ditargetkan mulai dilakukan pada Oktober 2026. Sementara kegiatan pembelajaran secara penuh ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2027.
Ditempat yang sama, Ketua Umum DPP APINDO Banten, Tommy Rahmatullah, mengatakan pembangunan SMK Apindo Daya Banten membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya kalangan industri yang berada di Provinsi Banten.
Ia mengajak perusahaan-perusahaan di Banten, baik yang telah menjadi anggota APINDO maupun yang belum, untuk ikut berkontribusi dalam mewujudkan sekolah vokasi tersebut.
“SMK ini didirikan di Banten, tujuannya untuk bisa membantu mengurangi pengangguran,” kata Tommy.
Ia berharap lulusan SMK Apindo Daya Banten nantinya memiliki tiga modal utama yang dibutuhkan dunia kerja, yakni pengetahuan, keterampilan, serta sikap dan perilaku.
“Lulusan-lulusan dari SMK-nya bisa menjadi sumber daya manusia yang unggul, baik secara pengetahuan, keterampilan maupun sikap dan perilaku, yang akan bisa bekerja dengan baik di perusahaan-perusahaan khususnya di Banten,” ujarnya.
Untuk tahap awal, SMK Apindo Daya Banten direncanakan membuka sekitar tiga hingga lima jurusan, dengan masing-masing jurusan diproyeksikan memiliki satu kelas.
Melalui konsep pendidikan vokasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri, SMK Apindo Daya Banten diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menekan angka pengangguran di Provinsi Banten.***


