Jokowi Diundang Sebagai Pembina, Panitia Macan Guling: Acara Keuceran Murni Budaya Bukan Politik
SERANG – Presiden ke-7 RI Joko Widodo dijadwalkan menghadiri Keuceran Mande Macan Guling ke-69 di Plaza Aspirasi KP3B, Curug, Kota Serang, pada Kamis, 10 September 2026.
Panitia menegaskan kehadiran Jokowi tidak berkaitan dengan agenda politik, melainkan murni sebagai bentuk silaturahmi dan penghormatan terhadap budaya pencak silat Cimande.
Ketua Panitia Penyelenggara Keuceran Mande Macan Guling ke-69, Zona Agus Maulidi memastikan kedatangan Jokowi atas undangan resmi panitia.
“Tidak ada seperti kepentingan politik atau safari politik, apalah bentuknya. Kita murni mengundang beliau itu sebagai orang tua yang notabenenya Presiden ke-7 dan menjadi bagian dari pada Macan Guling untuk menjadi pembina. Tidak ada muatan politik,” ucapnya, Senin, (7/9/2026).
Ia juga menanggapi adanya penolakan dari sebagian kelompok terkait kedatangan Jokowi ke Banten.
Ia menyebut hal itu merupakan hak demokrasi setiap warga.
“Penolakan itu sah-sah saja menolak. Saya tidak pernah keberatan, tidak pernah usil. Tapi juga harus berpikir ulang karena ini kita yang mengundang, bukan tujuan beliau datang ke sini,” jelasnya.
Menurutnya, Keuceran dirancang sebagai ruang temu untuk mempererat tali persaudaraan antar tokoh bangsa dengan masyarakat Banten.
Ketua Umum Mande Macan Guling, Ratu Lilis Karyawati, mengatakan Keuceran merupakan ritual tahunan yang memadukan seni beladiri pencak silat, ketahanan fisik, dan nilai-nilai spiritual Cimande.
Acara ini ditargetkan dihadiri ribuan peserta dari berbagai perguruan.
“Sekitar 6 ribu lebih yang bakal hadir, karena kita juga akan mengundang perwakilan pendekar lainnya. Sebab Cimande itu bukan hanya Macan Guling saja, ada Cimande TTKKDH, Banten Girang, Singandaru, dan lain-lainnya,” tandas Ratu Lilis.
Panitia berharap Keuceran Mande Macan Guling dapat masuk sebagai agenda budaya tahunan Pemerintah Provinsi Banten.
Lokasi kegiatan di Plaza Aspirasi KP3B dipilih agar lebih dekat dengan pusat pemerintahan.
Dengan mengusung semangat pelestarian budaya, panitia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas selama acara berlangsung.***

