Kapolri dan Gubernur Banten Resmikan Padepokan Silat Tjimande di Walantaka
SERANG –Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur Banten Andra Soni meresmikan Balai Latihan Silat Pasanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI) di Kampung Cibogo, Kelurahan Lebakwangi, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Jumat, (18/9/2026).
Peresmian padepokan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian Silat Tjimande sebagai warisan budaya dan kearifan lokal Banten, sekaligus mendorong regenerasi pesilat muda.
Kehadiran Kapolri yang juga Dewan Pembina PTBI mendapat apresiasi dari Gubernur Andra Soni.
Menurutnya, dukungan Kapolri menunjukkan perhatian besar terhadap pelestarian budaya Banten.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, saya mengucapkan selamat datang di Kota Serang, Provinsi Banten, kepada Bapak Kapolri,” ujar Andra.
Andra mengatakan, kehadiran Kapolri menjadi kehormatan bagi masyarakat Banten sekaligus bentuk dukungan menjaga tradisi Silat Tjimande.
Ia menyebut Banten memiliki kekayaan budaya yang menjadi identitas daerah. Salah satunya Silat Tjimande yang tidak hanya sebagai bela diri, tapi juga sarana pendidikan karakter, moral, spiritual, disiplin dan kebersamaan.
“Pencak silat sebagai warisan leluhur telah diakui dunia melalui penetapan UNESCO pada 2019 sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Hal ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita bersama untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya,” katanya.
Andra menegaskan Pemprov Banten berkomitmen menjaga kebudayaan daerah melalui Perda Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah.
“Pemajuan kebudayaan dilakukan melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan,” ujarnya.
Andra berharap Balai Latihan PTBI dapat meningkatkan minat generasi muda terhadap Silat Tjimande dan menjadi ruang pembentukan karakter.
“Semoga menjadi ruang untuk melestarikan nilai-nilai luhur budaya dan membentuk generasi muda Banten yang berkarakter, disiplin, tangguh, serta menjunjung tinggi persaudaraan,” katanya.
Sementara itu, Listyo mengatakan peresmian pasanggrahan ini merupakan upaya bersama menjaga warisan seni budaya Banten.
“Alhamdulillah, hari ini kita baru saja meresmikan pasanggrahan atau balai latihan bersama seni budaya untuk terus menjaga warisan seni budaya yang dimiliki masyarakat Banten, khususnya terkait dengan Silat Tjimande dan seni budaya Debus,” ujar Kapolri.
Kapolri berharap Silat Tjimande dan Debus tidak hanya dikenal di daerah, tapi juga nasional hingga internasional.
“Harapan kita, Silat Tjimande dan seni budaya Debus tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga sampai ke tingkat internasional,” katanya.
Menurutnya, upaya itu butuh kerja sama seluruh perguruan silat dan pencinta seni budaya.
“Ini tentunya perlu kerja keras bersama seluruh perguruan yang ada dan seluruh pencinta seni untuk mengembangkan serta meningkatkan seni budaya khas Banten,” ujarnya.
Kapolri berharap pasanggrahan ini bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung pembinaan seni budaya di Banten.
“Selamat dan mudah-mudahan pasanggrahan ini betul-betul bisa bermanfaat dan memiliki kemaslahatan bagi seluruh masyarakat dan umat,” ucapnya.
Selain peresmian dan milad ke-3 PTBI, acara juga diisi penyerahan bantuan sosial secara simbolis oleh Kapolri kepada warga Kota Serang.
Hadir dalam kegiatan tersebut tokoh masyarakat Banten KH Embay Mulya Syarief, Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, Wali Kota Serang Budi Rustandi, jajaran Forkopimda, serta tokoh dan pegiat seni budaya Banten.***

