Meski Ada Potensi Tsunami, Hotel di Anyer Tetap Gelar Acara Tahun Baru

FAKTA BANTEN – Marbella Hotel di Pantai Anyer, Serang, Banten, tak membatalkan agenda mereka menggelar perayaan malam tahun baru 2019 meski potensi tsunami susulan masih mengancam. Manajemen hotel yang terletak di bibir pantai itu beralasan perayaan tahun baru sekalian membuktikan bahwa masyarakat setempat mulai bangkit.

“Malam tahun baru kita [beraktivitas] normal, ya, mungkin ada pembatasan aja, tapi kita harus tetap jalan. Itu untuk membuktikan kita sudah mulai bangkit, karena memang tamu juga banyak,” kata General Manager Marbella Hotel Anyer, Ririt Wiriyanto, melalui sambungan teleponnya pada Jumat, 28 Desember 2018.

Ririt bahkan meyakini hotelnya relatif aman andai ada gelombang pasang atau tsunami sekali pun. Alasannya, lokasi bangunan hotel relatif lebih tinggi dari permukaan laut. “Kita bukannya takabur, dan [hotel] kita dataran tinggi terhadap laut. Terus kita gedungnya juga kokoh,” ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG sebelumnya memperingatkan masyarakat tentang potensi tsunami susulan di Selat Sunda seiring peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

BMKG, sebagaimana disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, merekomendasikan masyarakat agar tidak beraktivitas di pantai pada radius 500 meter hingga 1 kilometer dari pantai untuk mengantisipasi tsunami susulan; tsunami yang dibangkitkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dishub

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menaikkan status Gunung Anak Krakatau menjadi level III atau siaga terhitung mulai pukul 06.00 WIB, Kamis, 27 Desember 2018. Aktivitas erupsi masih berlangsung; tremor terjadi terus menerus dengan amplitudo 8-32 milimeter (dominan 25 milimeter), dan terdengar dentuman suara letusan.

“PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah karena berbahaya terkena dampak erupsi berupa lontaran batu pijar, awan panas dan abu vulkanik pekat,” kata Sutopo.

Diminta patuhi BMKG
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten mengimbau para pengelola hotel agar mematuhi saran BMKG atau PVMBG dan aparat lain pemerintah. Semua pihak pun dituntut ikut bertanggung jawab atau keselamatan setiap warga.

“BMKG juga sebagai institusi yang mengawasi Anak Krakatau, tsunami dan sebagainya, kita harus ngikutin. Karena kita juga enggak mau terkena musibah,” kata Ketua PHRI Banten, Ahmad Sari Alam, dihubungi terpisah pada Jumat.

Dia memprediksi perayaaan malam pergantian tahun akan sepi wisatawan. Selain masih berduka, juga karena kekhawatiran masyarakat jika berada di pinggir pantai. Dia memperkirakan okupansi di wilayah pesisir Banten bisa berkurang sampai 90 persen dibandingkan tahun lalu. Sebab akan banyak pengunjung yang membatalkan rencananya. (*/Viva)

KPID Banten