Bus Shalawat Jemaah Haji ke Masjidil Haram Dihentikan Operasionalnya Mulai Jum’at 22 Mei 2026
MAKKAH – Jelang Puncak Haji 2026 yang kurang dari sepekan lagi, situasi arus lalu-lintas di Kota Makkah nampak semakin padat. Hal ini karena jutaan jemaah haji dari seluruh penjuru dunia mulai berdatangan.
Skema pengaturan arus transportasi di Makkah sendiri menjadi lebih ketat.
Oleh karena itu, layanan bus shalawat yang biasanya selama ini mengantar jemaah haji Indonesia dari hotel ke Masjidil Haram, maka operasionalnya akan dihentikan sementara mulai Jumat, 5 Dzulhijjah atau 22 Mei pukul 18.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Menurut Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, seluruh petugas maupun jemaah harus mempersiapkan dengan baik untuk layanan puncak haji di Armuzna.
Syarif mengimbau para jemaah untuk menyesuaikan aktivitas ibadah mereka di Masjidil Haram dengan kebijakan pengaturan transportasi.
“Kami mengimbau jemaah untuk beribadah di mushala atau masjid di sekitar hotel saja. Karena penghentian ini bertepatan dengan hari Jum’at, sebaiknya jemaah tidak memaksakan diri untuk tetap shalat di Masjidil Haram,” ujar Syarif di Kantor Daker Makkah, Rabu (20/5/2026) malam.
Selama Puncak Haji, tidak ada pergerakan bus shalawat yang mengantarkan jemaah ke Masjidil Haram.
Layanan bus shalawat baru akan kembali beroperasi normal setelah fase Armuzna, tepatnya pada 14 Dzulhijjah mulai pukul 01.00 WAS.
Jemaah pertama, khususnya kloter-kloter awal yang akan segera kembali ke Tanah Air setelah fase Armuzna, PPIH harus memenuhi kebutuhan ibadah para jemaah.
Jemaah awal-awal gelombang 1 ini akan mendapatkan prioritas layanan bus shalawat untuk melaksanakan ‘Thawaf Ifadhah dan Thawaf Wada’.
Dengan adanya layanan ini, jemaah tidak perlu berjalan kaki jauh atau mengeluarkan biaya ekstra untuk naik taksi.
“Sekali lagi, kita akan berikan (layanan bus) kepada jemaah yang akan melaksanakan Thawaf Ifadhah dan Wada’,” tegas Syarif.
Syarif juga menjelaskan bahwa PPIH telah mengantisipasi kedatangan kloter akhir yang diperkirakan tiba di Makkah mendekati batas waktu penutupan.
Pihaknya telah mengantongi izin dari Naqabah (otoritas transportasi Arab Saudi) untuk menyiapkan armada khusus umrah wajib bagi kloter akhir yang tiba pada 22 Mei 2026.
Disiapkan sekitar 30 armada bus, jumlah yang dinilai cukup untuk melayani sekitar 6 hingga 10 kloter terakhir.
Armada dibagi menjadi dua model, yaitu bus biasa dan bus khusus lansia yang ramah bagi jemaah pengguna kursi roda.
“Jemaah tidak perlu risau karena kami telah menyiapkan bus untuk umrah wajib mereka,” tambah Syarif.
Untuk kelancaran pemulangan dan mobilisasi, petugas menyiapkan opsi penggunaan terminal operasional. Jika situasi memungkinkan, ada 3 terminal yang akan disiagakan yakni Terminal Syib Amir, Terminal Jiad (Ajyad), dan Terminal Jabal Ka’bah.
Namun, jika kondisi di lapangan tidak memungkinkan akibat kepadatan lalu lintas, petugas telah mengajukan izin khusus agar Terminal Syib Amir disiagakan secara khusus untuk melayani kepulangan kloter-kloter terakhir tersebut. (*/Red/MCH-2026)


