Pertumbuhan Ekonomi Banten diatas Rata-rata Nasional
Kemudian, Banten mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada tahun 2020 akibat pandemi. Bahkan tidak sedikit perusahaan hengkang dari Banten. Namun saat ini, investasi industri sudah masuk kembali.
“PHK 2020 luar biasa banyak, bahkan ada yang hijrah ke luar Banten. Kami melakukan langkah. Kemudian terasa di 2021. Yang besar sektor industri. Kunci tumbuhnya ekonomi masuknya investasi di Banten. Investasi baru akan ada penyerapan tenaga kerja baru. Artinya peningkatan dari minus sampai positif sangat signifikan,” terangnya.
Ia mengakui masih terdapat kelemahan dalam sektor perdagangan yang masih minus 0,16 persen. Tetapi jika dilihat dari data, hal itu mengalami pertumbuhan meskipun tidak signifikan.
“Sektor perdagangan masih minus 0,16 persen. Hampir 0 persen, tapi ini berangkat minus dari 2,76 persen. Ini ada pertumbuhan tapi tidak secepat industri,” jelasnya.
Yang spesial, kata dia, hasil produksi Industri Kecil Menengah (IKM) di Banten dapat ekspor hingga tembus ke Dunia Internasional.
“Ekspor tepung coklat ke Cina dan Brazil. Panel kayu di ekspor ke Australia. Yang dipersiapkan ekspor udang, ini khusus ke Malaysia dan Thailand. Ekspor gula aren ke Malaysia dan India. Oktober kita gebrak ekspor,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, M. Nawa Said Dimyati mengatakan, pelayanan dasar pemerintah harus berpihak pada masyarakat, termasuk pada UMKM.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, wajib memberikan kemudahan modal untuk pengembangan bisnis UMKM.
“Pelayanan mempermudah akses permodalan masyarakat dengan BUMD yang dimiliki. Pelayanan dapat mendrong pasar agar lebih tumbuh berkembang,” katanya.
Ia menerangkan, kehadiran Bank Banten wajib memberikan kemudahan modal untuk masyarakat. Kemudian, PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM) harus mampu meningkatkan drajat hidup petani.
“Bank Banten harus lebih banyak kredit untuk UMKM kecil dengan persyaratan yang mudah. Kita juga berharap PT ABM dapat membantu petani. Kalau ini berjalan baik Banten di usia 30 tahun dapat menyalip daerah lain,” terangnya.
Di sisi lain, pembangunan insfratuktur di wilayah Banten menjadi prioritas Pemprov. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan laju ekonomi.
“Pembangunan insfratuktur harus dibangun baik, maka akan mengakibatkan laju barjas akan mudah. Ini menjadi konsen dan prioritas Pemprov Banten,” paparnya.
Ia menilai, pemulihan ekonomi di Banten mengalami peningkatan yang signifikan. Meskipun pada awal pandemi mengalami minus, kini sudah bangkit berkat strategi Pemprov yang baik.
“Meskipun mengalami gangguan, perusahaan di Banten tidak parah dengan di daerah lain. Malah ada di Pasar Kemis (Kabupaten Tangerang) menerima karyawan 5 ribu lebih,” pungkasnya.
Di sisi lain, pangan menjadi sektor yang paling penting dalam kehidupan manusia. Bahkan dapat menjadi peluang usaha.
Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, memiliki langkah khusus untuk mengembangkan ekonomi dalam sektor pangan.
Direktur Operasional BUMD Agrobisnis Banten Mandiri, Ilham Mustofa mengatakan, disetiap krisis selalu hadir peluang untuk bisnis baru. Yang paling memungkinkan adalah sektor pangan yang ternyata melaju.
“Sektor pangan tenyata yang paling survive dari pandemi. Kami menginkan nanti tumbuh petani, peternak,” ujarnya.
Ia menyebutkan, ada lima hal yang akan dibangun untuk mensejahterakan petani di Banten. Bisnis yang dilakukan melalui Agro Banten rice milk industry atau pendekatan yang dihadirkan dengan penggilingan.
Kemudian, Agro Banten sapi perah. Ada kawasan usaha ternak dan peternakan rakyat yang bisa dihadirkan. Jadi kebersamaan meletakan masyarakat bukan objek, tapi subjek bisnis.
“Lalu masuk ke industri perah susu. Ini sejarah bagi Banten ada industri sapi perah,” ungkapnya.
Selanjutnya Agro Banten melalui pendekatan bisnis unggas. Jadi kapanpun panennya akan ditampung. Di sisi lain, pihaknya juga akan bangun sistem bisnis digital.
Selain itu, Agro Banten membuka peluang perkebunan. Mulai dari perkebunan rakyat menjadi perkebunan korporasi rakyat. Hasilnya yang dijamin buah tropis.
“Terakhir, Agro Banten membuka peluang ikan. urusan panen kami yang menjamin, pasar kami menjaminnya dengan pendekatan market potensial,” jelasnya.
Ia menuturkan, potensi market bisnis cukup besar di Banten dengan 11 juta penduduknya. Sehingga sudah menjadi kewajiban PT ABM hadir untuk memajukan ekonomi masyarakat.
“Ada 11 juta market potensialnya yang membutuhkan kebutuhan pokok dasar. Sehingga Banten dapat berdaulat pangan,” tuturnya.
Di sisi lain, Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin mengatakan saat ini Bank Banten sedang melaksanakan peran sebagai agent of development (agen pembangunan).
Menurutnya, peran Bank Banten sangat strategis karena akan menjadi lokomotif kemajuan atau pertumbuhan ekonomi Banten.
“Apabila mendapat kepercayaan masyakat dan saat ini kami berusaha untuk mendapat kepercayaan masyarakat. Kami sedang mempersiapkan layanan-layanan yang mudah dan aman. Ini kita sebut strategi turn around, karena Bank Banten masih merugi, mudah-mudahan kami berupaya keras di tahun ini untuk bisa menjadikan Bank Banten laba dan kemudian secepat-cepatnya kami akan terus meningkatkan layanan,” ujar Agus.
Agus mengatakan, layanan yang dimaksud, yakni layanan digital sehingga mudah, nyaman dan aman.


