Ratusan Kader Utama PKS Banten Digembleng dalam Kemah Bela Negara di Gunung Malang

SERANG – Dalam upaya memperkuat soliditas organisasi sekaligus membentuk karakter kader yang disiplin dan berjiwa nasionalis, DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banten menggelar Kembara atau Kemah Bela Negara di Gunung Malang, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, pada 10–12 Juli 2026.
Kegiatan tersebut diikuti 250 anggota utama PKS sebagai bagian dari proses kaderisasi partai.
Kembara menjadi salah satu instrumen pembinaan yang dijalankan PKS untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, kebersamaan, serta semangat bela negara.
Selama tiga hari, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas dan karakter kader.
Ketua DPW PKS Banten, Najib Hamas, mengatakan Kembara merupakan bagian penting dari proses kaderisasi yang harus terus dilaksanakan agar kader memiliki soliditas yang kuat dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Kegiatan Kembara merupakan salah satu instrumen kaderisasi yang harus dijalankan di PKS, dengan harapan soliditas kader partai dapat meningkat dalam upaya menghadapi problematika di tengah masyarakat yang begitu kompleks,” ujar Najib Hamas, Jumat (10/7/2026).
Selain membangun kedisiplinan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarkader.
Melalui pembinaan di alam terbuka, peserta diharapkan memiliki karakter yang tangguh, peduli, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Kepala Bidang Kepanduan dan Bela Negara DPW PKS Banten, Hapid, mengatakan kegiatan serupa akan kembali digelar untuk jenjang anggota lainnya.
“Setelah kegiatan ini akan ada Kembara berikutnya untuk anggota Madya dan Dewasa, insya Allah di bulan Agustus,” kata Hapid.
Menurutnya, Kembara merupakan agenda pembinaan berkelanjutan yang bertujuan mencetak kader yang semakin disiplin, solid, serta memiliki semangat bela negara dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PKS Banten berharap mampu memperkuat konsolidasi internal sekaligus menyiapkan kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan kepedulian sosial dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.***

