Silaturahmi ke Mufti Syafi’iyah, PPNI Banten Bawa Pesan Pengabdian dan Kesejahteraan Perawat
PANDEGLANG– Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Provinsi Banten memperkuat silaturahmi dengan ulama kharismatik Ahmad Muhtadi bin Abuya Dimyathi al-Bantani atau Abuya Muhtadi yang dikenal sebagai Mufti Syafi’iyah dan Paku Banten di Cadasari, Kabupaten Pandeglang, pada Sabtu (17/10/2026).
Mufti Syafi’iyah adalah ulama ahli fikih yang memberikan fatwa atau penjelasan hukum Islam berdasarkan mazhab Imam Syafi’i.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memohon doa sekaligus menyampaikan harapan agar para perawat dapat terus menjalankan tugas pelayanan kesehatan dengan baik.

Sekretaris DPW PPNI Banten, Endang Komarudin, mengatakan silaturahmi dengan tokoh agama dan masyarakat diharapkan membawa keberkahan bagi para perawat yang setiap hari menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Endang, doa dan dukungan moral sangat berarti bagi tenaga keperawatan agar tetap sehat, selamat, dan mampu memberikan pelayanan secara profesional di tengah berbagai tantangan pekerjaan.
“Kami memohon doa agar seluruh perawat di Provinsi Banten senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan, sehingga dapat terus melayani masyarakat dengan baik,” ujar Endang kepada Fakta Banten disela-sela pembicaraan dengan Abuya.
Ia juga berharap pemerintah pusat memberikan perhatian yang memadai terhadap kesejahteraan perawat. Sebagai tenaga kesehatan yang berperan penting dalam pelayanan dasar, perawat membutuhkan dukungan agar dapat menjalankan tugas secara optimal.
“Perawat berada di garis depan pelayanan kesehatan, termasuk pada tingkat dasar. Karena itu, kami berharap kesejahteraan dan keselamatan tenaga perawat mendapat perhatian yang layak,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD PPNI Pandeglang, Muslim, menilai keberadaan perawat dan organisasi profesinya telah dikenal oleh berbagai kalangan, termasuk para tokoh masyarakat di wilayah Banten.
Ia mengatakan kekompakan organisasi menjadi modal penting untuk menjaga semangat pengabdian. Namun, kepercayaan masyarakat juga harus dijawab melalui pelayanan yang bertanggung jawab, sikap profesional, serta kepedulian terhadap kebutuhan pasien.
Menurut Muslim, perawat tidak hanya dituntut memiliki kompetensi dalam menjalankan tugas medis dan keperawatan, tetapi juga perlu menjaga komunikasi yang baik dengan pasien dan keluarga.
Dalam pertemuan tersebut, Abuya Muhtadi menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga persatuan, terus berjuang untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air.
Pesan tersebut juga dikaitkan dengan makna seragam PPNI Merah Putih. Warna merah dimaknai sebagai keberanian, termasuk keberanian dalam mengabdi dan melayani masyarakat serta bangsa.
Sementara warna putih melambangkan kesucian niat dalam menjalankan pengabdian.
Abuya Muhtadi juga mengingatkan agar para perawat tetap kompak dan mendukung program-program yang membawa manfaat bagi masyarakat.
“Teruskan perjuangannya, tetap bekerja dengan ikhlas, dan cintailah tanah air kita,” terangnya.
Abuya turut mendoakan seluruh perawat agar selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam melayani masyarakat.
“Semoga semua niatnya hasil, kemudian teruslah bersinergi demi kebaikan umat dan bangsa,” pungkasnya.
Bagi organisasi profesi keperawatan, silaturahmi ini menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga tanggung jawab, kepedulian, dan semangat kebersamaan.
PPNI diharapkan terus menjaga solidaritas antar perawat sekaligus memperkuat mutu pelayanan.
Dukungan terhadap tenaga kesehatan, termasuk perhatian pada kesejahteraan dan keselamatan kerja, menjadi bagian penting dalam membangun layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Banten. (*/Sahrul).

