Wisata Anyer

Unpam Serang Perkuat Mental Wirausaha UMKM Desa Mekarwangi Pandeglang, Dari Motivasi Hingga Manajemen SDM

PANDEGLANG– Program Studi Manajemen Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Kota Serang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ekonomi kerakyatan.

Lewat Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), kampus tersebut menggelar pelatihan bertajuk “Penguatan Motivasi Berwirausaha untuk Membangun Konsistensi dan Keberlanjutan Usaha bagi Perintis UMKM melalui Manajemen Sumber Daya Manusia”.

Agenda dilakukan di Kantor Desa Mekarwangi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Kamis-Jumat, 15-16 Oktober 2026.

Sebanyak 25 pelaku UMKM perintis di Desa Mekarwangi menjadi peserta utama dalam kegiatan ini. Mereka adalah para perajin makanan olahan, kerajinan tangan, hingga pedagang kecil yang baru merintis usaha dan masih membutuhkan pendampingan dalam mengelola usaha secara profesional.

Ketua pelaksana sekaligus narasumber utama, Nita Anatriani, bersama dua rekannya Dede Sulaeman dan Kamaludin, hadir langsung memberikan materi.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, Arteta Arauna dan Mayisaroh, yang berperan aktif membantu fasilitasi dan membangun kedekatan dengan warga.

Dalam pemaparannya, Nita yang juga Dosen kampus tersebut menegaskan bahwa tantangan terbesar UMKM hari ini bukan hanya soal modal, tetapi soal mental dan konsistensi.

Banyak pelaku usaha yang semangat di awal, namun tumbang di tengah jalan karena tidak disiplin, tidak punya target yang jelas, dan tidak mampu mengelola waktu.

“Keberhasilan UMKM itu tidak hanya ditentukan modal dan produk bagus. Tapi bagaimana dia menetapkan tujuan, mengatur operasional, menjaga kualitas, dan membangun hubungan baik dengan pelanggan. Itu semua masuk dalam manajemen SDM,” ujar Nita di hadapan peserta.

Menurutnya, manajemen SDM dalam konteks UMKM bukan berarti harus punya banyak karyawan. Justru yang paling utama adalah kemampuan mengelola diri sendiri.

Mulai dari disiplin bangun pagi, mengatur jadwal produksi, pembagian tugas dengan anggota keluarga, hingga kemauan untuk terus belajar dan berinovasi mengikuti kebutuhan pasar.

Kegiatan tidak digelar dengan metode ceramah satu arah. Panitia merancang alur yang partisipatif: penyampaian materi, diskusi interaktif, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan personal.

Pada sesi diskusi, peserta diberi ruang untuk curhat. Berbagai kendala klasik muncul, seperti kesulitan modal, pemasaran yang masih dari mulut ke mulut, pencatatan keuangan yang masih campur antara uang pribadi dan uang usaha, hingga sulit menjaga konsistensi rasa dan kualitas produk.

Menjawab itu, tim dosen kemudian mengajak peserta praktik langsung. Mereka diajarkan cara membuat rencana kegiatan usaha harian dan mingguan, teknik sederhana pembagian tugas, cara mencatat pemasukan-pengeluaran dengan buku tulis, cara mengelola stok bahan baku, serta cara sederhana mengevaluasi apakah target mingguan tercapai atau tidak.

Peserta juga ditekankan pentingnya menetapkan target yang realistis. Misalnya, tidak langsung menargetkan omzet jutaan, tapi mulai dari target kecil seperti “minggu ini harus punya 5 pelanggan baru” atau “harus bisa mencatat keuangan setiap hari tanpa bolong”.

Antusiasme warga Desa Mekarwangi terlihat sangat tinggi. Sejak hari pertama, peserta sudah aktif bertanya, mencatat, dan berbagi pengalaman.

Bahkan beberapa peserta mengaku baru sadar bahwa selama ini mereka tidak pernah melakukan evaluasi usaha.

“Selama ini jualan ya jualan saja. Tidak pernah dicatat untung ruginya. Setelah pelatihan ini jadi paham pentingnya pencatatan,” ujar salah satu peserta.

Tim Unpam menegaskan kegiatan ini tidak akan berhenti hanya dua hari. Sebagai bentuk tanggung jawab akademik, akan ada tindak lanjut berupa pendampingan berkelanjutan dan evaluasi berkala.

Pendampingan akan dilakukan oleh Nita Anatriani bersama mahasiswa untuk memastikan ilmu yang didapat benar-benar diterapkan.

Evaluasi akan melihat apakah peserta sudah mulai disiplin membuat rencana usaha, melakukan pencatatan, dan menjaga kualitas layanan.

“Kami ingin program ini berkelanjutan. Ilmu harus dipraktikkan. Nanti kita akan cek lagi, apakah ada perubahan dalam pengelolaan usaha mereka,” tambah Nita.

Melalui PKM ini, Unpam Kampus Kota Serang berharap terbangun jembatan yang kuat antara dunia kampus dan masyarakat desa.

Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tapi juga belajar empati dan kepedulian sosial dengan terjun langsung membantu masyarakat.

Pada akhirnya, penguatan motivasi berwirausaha yang dibarengi dengan keterampilan manajemen SDM diharapkan mampu melahirkan pelaku UMKM di Desa Mekarwangi yang tidak hanya berani memulai usaha, tetapi juga mampu konsisten, profesional, mandiri, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.***

PT PCM Hari Santri
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien