Banyak Jemaah Belum Sempurna Saat Ihram, Petugas Haji Bandara Malah Temukan Jimat
JEDDAH —Sebanyak 120.954 jemaah dari 312 kloter telah tiba di Tanah Suci hingga Sabtu 9/5/2026 pukul 14.00 WAS.
Namun dari kedatangan mereka, Petugas PPIH Bandara Jeddah menemukan banyak jemaah haji Indonesia gelombang II yang ihramnya belum sempurna.
Jemaah laki-laki masih memakai pakaian berjahit di balik kain ihram, sementara beberapa jemaah kedapatan membawa benda mirip jimat.
Kepala Daerah Kerja Bandara Abdul Basir mengatakan layanan kedatangan jemaah secara umum lancar. Namun, di tengah padatnya arus gelombang kedua, petugas masih menemukan masalah pada kesiapan ibadah jemaah.
“Hari ini masih banyak ditemukan jemaah yang ihramnya belum sempurna,” kata Abdul Basir di Jeddah, Sabtu (9/5/2026).
Pelanggaran paling banyak terjadi pada jemaah laki-laki. Pelanggaran yang paling sering ditemukan terjadi pada jemaah laki-laki yang masih mengenakan pakaian berjahit di balik kain ihram.
“(Pelanggaran) seperti pakaian dalam, celana, kaus kaki, hingga sepatu tertutup,” ujarnya.
Untuk jemaah perempuan, petugas masih mendapati yang memakai cadar dan sarung tangan setelah mengucap niat ihram. Padahal, keduanya termasuk larangan ihram bagi perempuan.
Kini petugas bimbingan ibadah di Bandara Jeddah memeriksa jemaah satu per satu sebelum diberangkatkan ke Makkah. Pemeriksaan untuk memastikan jemaah sudah mengambil miqat dengan benar dan paham larangan ihram.
Selain soal pakaian, petugas juga menemukan jemaah membawa benda menyerupai jimat. Mendapati ini, pihaknya memberikan pembinaan.
“Ada pula beberapa jemaah yang kedapatan memakai barang yang mirip jimat. Ini langsung kami beri pembinaan dan edukasi,” kata Abdul Basir.
Ia menegaskan benda semacam itu tidak sesuai dengan tauhid dalam haji. Petugas langsung meminta jemaah melepaskan benda tersebut.
“Kami arahkan agar seluruh keyakinan serta ketergantungan hanya ditujukan kepada Allah,” ujarnya.
Menurutnya, haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga proses penyucian diri dan penguatan akidah. Karena itu pemahaman manasik, termasuk ketentuan ihram dan nilai tauhid, terus ditekankan sejak jemaah tiba di bandara.
“Kami ingin memastikan jemaah tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memahami tata cara ibadah dengan benar agar hajinya berjalan sah, tertib, dan mabrur,” ucapnya. (*/Red/MCH-2026)

