Aktivis Cilegon Nilai PHK di Krakatau Steel Akan Tambah Pengangguran

CILEGON – Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat harus mencari solusi terkait rencana PHK besar – besaran yang akan dilakukan PT. Krakatau Steel dalam waktu dekat ini. Hal ini disampaikan oleh Ahmad Mahdi selaku Aktivis Muda sekaligus Pengurus Karang Taruna Kota Cilegon.

“Pemerintah Daerah dan Pusat harus mencari formula terkait rencana Krakatau Steel yang akan mem-PHK ribuan karyawan, kami menilai ini nggak wajar, semakin banyaknya industri berdiri bukannya mengurangi angka pengangguran kok, malah berencana menambah pengangguran,” ungkapnya. Kamis (27/6).

Dan untuk itu lanjutnya, pemerintah harus memikirkan nasib para pekerja jika nanti di-PHK.

“Mereka punya anak dan istri yang harus diberi makan dan sekolah, jika hal ini dilakukan apa yang terjadi, jadi saya kira sebaiknya pihak KS harus mencari solusi yang terbaik agar PHK ini tidak terjadi,” ucapnya.

Ks nu

Mahdi menjelaskan, jika ada rencana pendirian Pabrik Baja terbesar se-Asian kenapa BUMN tidak dibesarkan. Atau pun jika terpaksa harus ditutup harus ada jaminan mereka bekerja di pabrik yang akan berdiri tersebut.

“Jangan mendirikan pabrik besar tapi dampaknya malah pengangguran besar – besaran,” katanya.

Masih kata Mahdi, pemuda Cilegon harus turun langsung untuk menolak rencana tersebut, karena ini rencana menyesatkan.

“Dengan penduduk terbanyak ke-3 sedunia, mestinya industri di Indonesia berdiri dengan padat karya bukan padatkan pengangguran,”  pungkas Mahdi. (*/Red)

Cibeber nu