Gelar Kursus Isteecomah II, PII Wati Banten Komitmen Wujudkan Muslimah Penggerak Peradaban Bangsa

SERANG – Sadari peran penting muslimah sebagai pondasi sebuah bangsa dan agama, Koordinator Wilayah (Korwil) Korps PII Wati Banten 2020/2022 gelar acara Islamic Teenagers Course For Moslemah (Isteecomah) II. Sebagai Badan Otonom (BO) dari organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII), yang lingkup geraknya adalah perempuan dan anak, PII Wati Banten dalam kegiatan ini mengusung tema “Muslimah Penggerak Peradaban Bangsa”.

Acara ini melibatkan peserta sejumlah 14 kader puteri dari 6 kabupaten dan kota se-Banten. Diantaranya Kabupaten Serang sebagai tuan rumah, lalu Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Tangerang. Berlokasi di Yayasan Manna Wa Salwa Banten, Sujung, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, acara ini digelar selama 4 hari sejak 11-14 Februari 2021 lalu.

Ketua Korwil Korps PII Wati Banten, Iis Rohmayanti mengatakan bahwa Isteecomah 2 kali ini dikemas berbeda dan terkesan istimewa dari kursus-kursus sebelumnya, karna pasca acara ini, para peserta diharuskan berkiprah di lingkungannya dan di masyarakat luas sebagai inisiator kebaikan dan menciptakan sebuah komunitas.

“Isteecomah 2 kali ini menjadi Isteecomah yang spesial, pasalnya setelah acara ini usai, para peserta diberi fasilitas mentoring untuk menjalankan Proyek Kebaikan Pribadi (PKP) sebagai upaya untuk dapat berkiprah di masyarakat luas dengan mengoptimalkan minat dan bakatnya. Selain itu, para peserta juga diharuskan membangun sebuah komunitas untuk mendayagunakan potensi yang dimilikinya,” ujar Iis yang juga menjadi Koordinator Tim Pemandu dalam kursus tersebut.

Selain itu, dengan terlaksananya Isteecomah 2 kali ini, Korwil Korps PII Wati Banten mengharapkan 14 kader PII Wati yang baru selesai ditempa dalam proses Isteecomah 2 kali ini agar menjadi muslimah yang kritis, inovatif, adaptif, peduli sosial, serta menjadi agen perubahan dan penggerak yang kiprahnya bisa dirasakan ummat, sehingga hal ini menjadi langkah awal terbentuknya peradaban yang diimpikan.

Tak hanya pembahasan soal perempuan, peserta juga dibekali dengan materi digitalisasi untuk menyesuaikan arus perkembangan zaman dan tantangan dalam dunia dakwah serta pergerakan kedepan. Hal ini senada dengan penuturan Sukiyah, Ketua Koordinator Darah (Korda) Korps PII Wati Kabupaten Serang yang menjadi tuan rumah sekaligus pelaksana dalam kegiatan tersebut.

“PII Wati hadir sebagai upaya membentuk perempuan muslim yang sadar akan fitrah dan mengoptimalkan kiprahnya, sehingga mampu mencetak generasi Rabbani, karna sejatinya perempuan adalah rahim peradaban. Kegiatan ini diisi dengan berbagai materi yang dibutuhkan kader putri dalam membentuk diri, mengembangkan kreatifitas, melatih kepemimpinan dan menjadi kader yang adaptif dengan tantangan zaman seperti arus digitalisasi saat ini,” katanya.

Selain beberapa materi yang diisi oleh tim pemandu Istecomah 2, kegiatan ini juga mendatangkan perempuan-perempuan yang ahli di bidangnya untuk turut serta berbagi ilmunya kepada para peserta. Diantaranya Deby Rosselinni, Siti Suhainah, Rohayati dan Nani Purnasih.

Acara ini juga rupanya disambut baik oleh KH. Muhammad Abdillah Nur Ridho selaku pimpinan yayasan Manna Wa Salwa Banten dengan mengatakan, “Ahlan wa sahlan, dengan pertemuan ini, adik-adik PII Wati sekalian telah resmi menjadi keluarga kami,” ujarnya.

Setelah terlaksananya Isteecomah 2 di Kabupaten Serang tersebut, Korwil Korps PII Wati Banten berharap agar Koordinator Daerah (Koorda) PII Wati di semua daerah se-Banten untuk terus semangat menjalankan program-program pengkaderan PII Wati maupun PII secara keseluruhan kedepannya. (*/Red/Retno)

Demokrat
Royal Juli