Wisata Anyer

Akses Utama Dua Desa di Lebak Memprihatinkan, Warga Keluhkan Jalan Berlumpur Saat Hujan

LEBAK– Kondisi ruas jalan yang menghubungkan Desa Bojongmanik dan Desa Parakan Besi, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, kembali menjadi sorotan masyarakat.

Kerusakan yang terjadi di sejumlah titik dinilai semakin mengganggu aktivitas warga, terutama saat musim penghujan tiba.

Jalan yang menjadi akses utama penghubung dua desa tersebut memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat. Selain digunakan sebagai jalur mobilitas harian, ruas jalan itu juga menjadi akses pengangkutan hasil pertanian, perjalanan pelajar menuju sekolah, hingga kebutuhan warga yang hendak mengakses fasilitas kesehatan dan pelayanan publik.

Namun harapan masyarakat untuk menikmati jalan yang layak hingga kini belum sepenuhnya terwujud. Di beberapa titik, permukaan jalan terlihat rusak dengan kondisi tanah yang mudah berubah menjadi lumpur ketika diguyur hujan. Situasi tersebut membuat perjalanan warga menjadi lebih lambat dan berisiko.

Sejumlah warga mengaku harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur tersebut, terutama pengendara sepeda motor yang kerap kesulitan menjaga keseimbangan ketika jalan dalam kondisi licin.

“Kalau hujan turun, kondisi jalan jauh lebih sulit dilalui. Banyak pengendara harus mengurangi kecepatan karena khawatir tergelincir,”ujar salah seorang warga setempat, Asnawi, Senin (15/6/2026).

Menurut warga, persoalan infrastruktur jalan tersebut bukan masalah baru. Kerusakan disebut telah berlangsung cukup lama dan menjadi keluhan yang berulang setiap tahun.

Masyarakat berharap adanya langkah nyata agar akses vital tersebut dapat diperbaiki sehingga aktivitas ekonomi dan sosial tidak terus terganggu.

Bagi masyarakat setempat, keberadaan jalan yang memadai bukan hanya soal kenyamanan berkendara. Infrastruktur yang baik diyakini dapat mempercepat distribusi hasil pertanian, memudahkan akses pendidikan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi desa.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang berharap pemerintah daerah dapat menjadikan ruas jalan tersebut sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Menurut mereka, akses jalan yang layak akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat, terutama bagi warga yang setiap hari bergantung pada jalur tersebut untuk bekerja dan beraktivitas.

Selain itu, masyarakat berharap adanya perhatian lebih terhadap pembangunan di wilayah pelosok agar pemerataan infrastruktur dapat dirasakan hingga ke tingkat desa.

Hingga saat ini, warga masih menantikan kepastian terkait rencana penanganan ruas jalan Bojongmanik-Parakan Besi.

Mereka berharap aspirasi yang selama ini disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah ke depan. (*/Sahrul).

DPRD Banten Tahun Baru Islam
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien