Bocah 5 Tahun yang Hilang di Sungai Cisimeut Lebak Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Empat Hari Pencarian
LEBAK– Operasi pencarian terhadap seorang bocah berusia lima tahun yang diduga hanyut di aliran Sungai Cisimeut, Kabupaten Lebak, akhirnya membuahkan hasil.
Setelah empat hari dilakukan penyisiran oleh tim SAR gabungan, korban bernama Muhammad Akhmal ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (11/5/2026) lalu .
Korban diketahui merupakan warga Kampung Pariuk, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak.
Penemuan jasad bocah tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang sejak awal melibatkan berbagai unsur gabungan, mulai dari Basarnas, BPBD, aparat kepolisian, relawan, hingga masyarakat sekitar.
Komandan regu Basarnas Banten, Fauzan Azqia, membenarkan bahwa korban ditemukan pada hari keempat pencarian setelah tim melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai.
“Korban berhasil ditemukan pada pagi hari dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Fauzan kepada Fakta Banten, Minggu (17/5/2026).
Menurut informasi petugas, jasad korban ditemukan sekitar pukul 08.50 WIB dengan jarak kurang lebih 2,5 kilometer dari lokasi awal diduga hilang.
Kondisi arus sungai yang cukup deras selama beberapa hari terakhir disebut menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.
Peristiwa hilangnya Muhammad Akhmal pertama kali diketahui pada Jumat sore (8/5/2026).
Saat itu pihak keluarga menyadari korban tidak berada di rumah dan langsung melakukan pencarian bersama warga di sekitar lingkungan tempat tinggal hingga area bantaran sungai.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banten, Al Amrad, sebelumnya menjelaskan dugaan korban terseret arus semakin kuat setelah ditemukan sandal milik anak tersebut di tepi Sungai Cisimeut.
Tim SAR kemudian diterjunkan ke lokasi pada malam hari dengan membawa perlengkapan pencarian air, termasuk perahu karet dan alat evakuasi. Memasuki hari ketiga operasi, area pencarian diperluas dengan metode penyisiran melalui jalur sungai dan bantaran.
Selama proses pencarian, petugas menghadapi sejumlah kendala, mulai dari arus sungai yang deras hingga kondisi cuaca yang berubah-ubah. Bahkan pencarian sempat dihentikan sementara karena faktor keselamatan sebelum kembali dilanjutkan.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, sebelumnya memperkirakan korban kemungkinan terbawa arus cukup jauh akibat meningkatnya debit air Sungai Cisimeut beberapa hari terakhir.
Setelah korban ditemukan, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar.
Petugas juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat musim hujan dan kondisi arus sungai sedang deras guna menghindari kejadian serupa kembali terulang. (*/Sahrul).

