Kadis Pariwisata Lebak Sebut Harga Jajanan di Kawasan Pantai Bagedur Sudah Seragam

LEBAK – Adanya keluhan sejumlah wisatawan terhadap harga jajanan yang ada di sekitar Pantai Bagedur Lebak Selatan yang dijual tak wajar oleh para pedagang, hal itu ditampik oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak.

Fakta itu juga dengan tegas ditentang oleh Kepala Dinas Pariwisata Lebak, Hayat Syahida, saat dikonfirmasi, Kamis (29/6/2017). Bahkan pihaknya menyebut harga jajanan di sekitar Kawasan Pantai Bagedur sudah sesuai standar dan cukup seragam antar warung yang ada.

“Kemarin (Rabu-red) saya ke Bagedur, cek harga-harga, waktu saya datang enggak ada keluhan dari pengunjung pantai, karena harga jual jajanan di sekitar pantai seragam semua. Bapak (wartawan-red) boleh cek ke pengelola,” ucap Kadis Syahida dalam pesan WhatsApp.

Kadis Syahida bahkan mengaku dirinya telah membuktikannya dengan cara berbelanja secara langsung di warung yang ada.

Ks nu

“Saya test dengan cara belanja sendiri, dari kopi rokok dan aqua, itu dijual dengan harga cukup seragam. Kita juga selalu update laporan langkah-langkah antisipasi kunjungan, yang pasti saya monitor terus itu, bapak (wartawan-red) juga bisa kroscek langsung ke pengelola, bisa melalui Pak Mumu atau Bu Yeni,” imbuhnya.

Namun sebelumnya, wisatawan bernama Winda (15), mengungkapkan bahwa dirinya mendapati harga jajanan di warung pinggir Pantai Bagedur, diluar kewajaran atau sangat tinggi

“Untuk harga minuman Ale-ale masa Rp3 ribu, ada lagi beli Aqua botol harganya Rp8 ribu. Wow harganya ngagetin,” ungkap Winda.

Winda dan juga wisatawan lainnya berharap, instansi terkait atau Pemerintah Daerah harus segera membenahi masalah standarisasi harga di kawasan wisata, agar tidak memperburuk citra wisata di Kabupaten Lebak yang saat ini sedang tumbuh berkembang.

Selain harga jajanan, wisatawan juga menilai terlalu tinggi harga sewa toilet yang dikenakan hingga mencapai Rp 5 Ribu Rupiah untuk setiap pengunjung dalam sekali masuk. Sedangkan fasilitas toilet yang tersedia minim air bersih, dan juga terkesan kumuh dan tidak ditata rapih. (*)

Cibeber nu