Wisata Anyer

Kenakan Seragam Demokrat, Nabil Jayabaya Curi Perhatian di Musda Banten, Akademisi Ungkap Tiga Modal Politiknya

LEBAK– Kehadiran Moch. Nabil Jayabaya dalam Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Provinsi Banten di Hotel Aston Serang, Jumat (31/7/2026) lalu, menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian peserta.

Penampilan Nabil yang mengenakan seragam Partai Demokrat memunculkan berbagai respons dan menjadi bahan perbincangan di kalangan pengamat maupun pelaku politik.

Meski belum ada pernyataan resmi mengenai arah langkah politiknya, kemunculan tokoh muda asal Kabupaten Lebak tersebut dinilai membuka ruang tafsir bahwa ia mulai aktif membangun komunikasi politik.

Akademisi Lebak, Agus Hiplunudin, menilai kehadiran Nabil dalam agenda resmi Partai Demokrat merupakan dinamika politik yang wajar dalam sistem demokrasi.

“Publik tentu akan membaca berbagai kemungkinan. Kehadiran seorang figur muda di forum partai dapat dimaknai sebagai bagian dari komunikasi politik, baik untuk kepentingan legislatif maupun eksekutif. Namun, keputusan akhirnya tetap berada pada yang bersangkutan,” ujar Agus, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk dipilih maupun memilih dalam kontestasi politik.

Oleh karena itu, apabila Nabil memutuskan terjun ke dunia politik, langkah tersebut merupakan hak yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan.

Agus menilai Nabil memiliki sejumlah modal yang secara akademis menjadi faktor penting dalam membangun kekuatan politik.

“Dalam ilmu politik dikenal beberapa modal utama. Pertama adalah modal sosial berupa jaringan yang luas dan kedekatan dengan masyarakat. Kedua, modal kapital atau kemampuan finansial untuk mendukung aktivitas politik. Ketiga, modal genealogis, yaitu latar belakang keluarga yang memiliki pengaruh dan rekam jejak di tengah masyarakat. Dari ketiga aspek itu, Nabil dinilai memiliki modal yang cukup kuat,” jelasnya.

Selain tiga modal tersebut, Agus melihat kiprah Nabil sebagai pengusaha muda di Kabupaten Lebak bahkan sudah menasional menjadi nilai tambah yang dapat memperkuat citra kepemimpinan di mata publik.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa modal politik bukan satu-satunya penentu keberhasilan dalam kontestasi.

Menurutnya, masyarakat saat ini semakin rasional dalam menentukan pilihan dengan mempertimbangkan integritas, kapasitas, rekam jejak, serta kemampuan seorang figur dalam menawarkan solusi bagi persoalan daerah.

“Popularitas memang penting, tetapi masyarakat sekarang juga melihat kompetensi dan kualitas kepemimpinan. Figur yang mampu membangun kepercayaan publik akan memiliki peluang lebih besar,” katanya.

Terkait peluang Partai Demokrat di Kabupaten Lebak, Agus berpandangan bahwa kehadiran figur yang memiliki basis massa dan jaringan luas dapat menjadi kekuatan tambahan apabila diikuti dengan konsolidasi organisasi yang solid.

Ia juga menilai anggapan bahwa Nabil berpotensi menjadi game changer dalam politik Lebak masih terlalu dini untuk disimpulkan.

Menurutnya, dinamika politik menuju Pilkada 2029 masih sangat terbuka dan akan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kekuatan figur, mesin partai, dukungan masyarakat akar rumput, hingga kemampuan membangun koalisi politik.

“Hari ini kita baru melihat sinyal awal yang ditafsirkan publik. Apakah itu akan berkembang menjadi langkah politik yang konkret atau tidak, tentu waktu yang akan menjawab,” pungkas Agus.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Moch. Nabil Jayabaya mengenai makna kehadirannya di Musda V Partai Demokrat Banten maupun rencana politiknya ke depan.

Karena itu, analisis yang berkembang saat ini merupakan pandangan akademis terhadap dinamika politik yang muncul di ruang publik. (*/Sahrul).

Kapolres Cilegon
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien