KNPI Lebak dan Dispora Perkuat Kolaborasi, Cetak Pemuda Berjiwa Wirausaha untuk Hadapi Tantangan Zaman
LEBAK– Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lebak bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lebak terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda melalui kegiatan Pelatih Pemuda Berbasis Wirausaha.
Program tersebut menjadi salah satu upaya membangun karakter pemuda yang adaptif, produktif, dan mampu menciptakan peluang usaha di tengah dinamika perkembangan zaman.
Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan pemuda itu menghadirkan materi kewirausahaan, pengembangan kapasitas, hingga motivasi untuk mendorong lahirnya wirausahawan muda yang mampu bersaing sekaligus berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Adapun kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 28-30 Juni 2026.
Ketua KNPI Kabupaten Lebak, Cucu Komarudin, mengatakan kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi, kreativitas, serta mental kewirausahaan.
“KNPI memandang bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas manusianya. Karena itu kami menyambut baik sinergi bersama Dispora dalam menciptakan ruang pembelajaran bagi para pemuda agar memiliki keterampilan, keberanian berinovasi, dan semangat membangun usaha mandiri,” ujar Cucu kepada Fakta Banten, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, pemuda saat ini dituntut mampu beradaptasi terhadap perubahan ekonomi dan teknologi.
Oleh sebab itu, pembinaan tidak cukup hanya bersifat seremonial, tetapi harus menghasilkan kompetensi yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
“Kami ingin melahirkan pemuda yang tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Itulah semangat yang terus kami dorong melalui berbagai program kepemudaan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lebak, Octavianto Arief Ahmad, menegaskan bahwa pengembangan SDM pemuda merupakan salah satu investasi penting bagi masa depan Kabupaten Lebak.
Ia menjelaskan, pelatihan berbasis kewirausahaan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas generasi muda agar memiliki daya saing sekaligus mampu memanfaatkan potensi daerah menjadi peluang ekonomi.
“Kami berharap peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja. Ilmu yang diperoleh harus menjadi bekal untuk membangun usaha, mengembangkan inovasi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkap Octavianto.
Menurutnya, kolaborasi dengan KNPI menjadi contoh sinergi yang baik dalam menghadirkan program pembinaan yang menyentuh kebutuhan pemuda secara langsung.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pemuda Dispora Kabupaten Lebak, Benu, menilai pelatihan tersebut dirancang agar peserta memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai kewirausahaan, mulai dari membangun pola pikir, membaca peluang usaha hingga meningkatkan kemampuan manajemen usaha.
“Kami ingin peserta memiliki kepercayaan diri untuk memulai usaha, sekecil apa pun. Harapannya, semakin banyak pemuda Lebak yang mandiri secara ekonomi dan mampu menjadi penggerak pembangunan di lingkungannya,” jelas Benu.
Ia menambahkan, pembinaan kepemudaan akan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan dunia usaha.
Melalui sinergi KNPI dan Dispora, semangat “Prabu Pemuda Ruhay Adaptif Berkontribusi” diharapkan menjadi dorongan bagi generasi muda Kabupaten Lebak untuk terus berkarya, berinovasi, serta mengambil peran aktif dalam mendukung kemajuan daerah melalui kreativitas dan kewirausahaan. (*/Sahrul).

