Pewarta Foto Antara Dikabarkan Hilang Kontak di Selat Sunda, Keluarga di Lebak Berharap Segera Ditemukan Selamat
LEBAK – Kabar hilangnya kontak sebuah kapal cepat yang membawa sejumlah jurnalis di perairan Selat Sunda mengundang kekhawatiran keluarga.
Salah satu penumpang yang belum diketahui keberadaannya adalah Muhamad Bagus Khoirunnas (27), pewarta foto dari Perum LKBN ANTARA Biro Banten yang berasal dari Kabupaten Lebak.
Ayah Bagus, Mansyur Suryana, warga Lebak, mengaku masih menunggu kabar terbaru terkait proses pencarian yang dilakukan tim SAR.
Ia berharap anaknya bersama seluruh penumpang lainnya dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
“Saya hanya bisa berdoa semoga Bagus segera ditemukan dan kembali dengan selamat. Mudah-mudahan ada kabar baik dari tim pencarian,” ujar Mansyur saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).
Berdasarkan informasi awal Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, kapal speed boat yang membawa rombongan jurnalis tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Rombongan tersebut diketahui tengah melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda.
Kontak terakhir dengan salah satu korban terjadi sekitar pukul 15.04 WIB setelah sebelumnya membagikan lokasi terakhir pada pukul 14.42 WIB.
Dalam laporan sementara, kapal tersebut membawa delapan orang. Selain Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA, terdapat sejumlah jurnalis lain dari berbagai media, di antaranya Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), serta seorang pekerja lepas (freelance).
Mansyur menyebut, putranya merupakan sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap profesinya sebagai jurnalis.
Bagus dikenal sebagai pewarta foto yang kerap turun langsung ke lapangan untuk mengabadikan berbagai peristiwa penting.
Sejumlah peristiwa besar pernah diliputnya, mulai dari bencana tsunami Selat Sunda 2018, longsor di Kabupaten Lebak tahun 2020, kegiatan budaya Seren Taun, kehidupan masyarakat Baduy, hingga aktivitas pendidikan di wilayah pedalaman Pandeglang.
Menurut Mansyur, kecintaan Bagus terhadap dunia jurnalistik membuatnya sering menghadapi tantangan di lapangan, termasuk perjalanan panjang menuju lokasi liputan.
“Kalau ada bencana atau peristiwa penting, dia selalu berusaha hadir. Pernah berangkat dini hari untuk liputan karena tanggung jawabnya sebagai pewarta,” kata Mansyur.
Bagus juga pernah meraih prestasi dalam dunia fotografi jurnalistik. Salah satu karyanya tentang demokrasi dan Pilkada di kawasan Baduy berhasil mendapatkan penghargaan dari Pewarta Foto Indonesia (PFI).
Selain aktif sebagai jurnalis, Bagus juga masih menempuh pendidikan di bidang psikologi di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) Jakarta dan Universitas Pamulang (Unpam).
Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menyatakan operasi pencarian terus dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur, termasuk Tim Rescue Unit Siaga SAR Pandeglang, Polairud Pandeglang, pemilik kapal, serta unsur pendukung lainnya.
Tim mengerahkan berbagai peralatan, seperti RIB 02 Banten, peralatan pencarian di air, perlengkapan medis, hingga perangkat komunikasi.
Lokasi dugaan hilangnya kapal berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, dengan kondisi cuaca saat pencarian dilaporkan cerah berawan. Kecepatan angin sekitar 16,7 knot dengan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.
Hingga laporan ini dibuat, proses pencarian masih berlangsung dan belum ada informasi terbaru terkait keberadaan para korban.
Keluarga Bagus bersama Jurnalis Lebak terus memanjatkan doa agar seluruh awak kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka berharap kerja keras tim SAR membuahkan hasil dan membawa kabar baik bagi keluarga para korban. (*/Sahrul).

