Wisata Anyer

Serapan Gabah Tembus 50 Ribu Ton, Bulog Lebak-Pandeglang Pastikan Ruang Penyimpanan Masih Aman

LEBAK – Kinerja penyerapan gabah petani oleh Perum Bulog Kantor Cabang Lebak-Pandeglang menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Hingga akhir Juni 2026, volume gabah kering panen (GKP) yang berhasil dihimpun telah melampaui 50 ribu ton, bahkan realisasi tersebut diklaim telah melebihi target yang ditetapkan pemerintah.

Capaian tersebut menjadi indikator positif terhadap keberlangsungan produksi padi di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

Kedua daerah itu masih menjadi salah satu wilayah penyangga pangan di Provinsi Banten dengan kontribusi hasil panen yang cukup besar.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Lebak-Pandeglang, M. Syaukani Pinca, mengatakan bahwa realisasi penyerapan gabah hingga saat ini sudah melampaui target yang diberikan Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Banten.

“Realisasi penyerapan gabah di wilayah kerja kami telah melewati angka 50 ribu ton GKP. Secara keseluruhan, target yang ditetapkan Kanwil DKI Jakarta dan Banten juga telah tercapai lebih dari 100 persen,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Meningkatnya volume gabah yang masuk membuat Bulog menyiapkan strategi penyimpanan agar seluruh hasil panen petani tetap dapat diakomodasi.

Selain memanfaatkan gudang milik sendiri, Bulog juga memperluas kapasitas dengan menggunakan gudang sewaan sebagai lokasi penyimpanan tambahan.

Menurut Syaukani, kebijakan tersebut merupakan langkah antisipatif agar proses pembelian gabah dari petani tidak terhambat ketika musim panen berlangsung.

“Apabila kapasitas gudang utama telah penuh, kami memanfaatkan gudang tambahan. Sampai sekarang ruang penyimpanan masih tersedia sehingga penyerapan tetap berjalan,” katanya.

Pasokan gabah yang diterima Bulog berasal dari sejumlah sentra produksi padi di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

Beberapa di antaranya berasal dari Kecamatan Cikeusik, Panimbang, Sobang, Labuan, Pagelaran, Picung, Patia, hingga Malingping yang selama ini menjadi daerah penyumbang hasil panen terbesar.

Meski target telah terlampaui, Bulog menegaskan proses penyerapan belum dihentikan. Rata-rata sekitar 200 ton gabah diterima setiap hari dari petani.

Setelah melalui tahapan pengeringan dan penggilingan, volume tersebut menghasilkan sekitar 100 ton beras yang selanjutnya disimpan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Bulog berharap keberlanjutan penyerapan gabah dapat memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga stabilitas harga gabah selama musim panen.

Di sisi lain, stok beras pemerintah juga diharapkan semakin kuat untuk mendukung ketahanan pangan dan mengantisipasi kebutuhan masyarakat pada periode mendatang. (*/Sahrul).

Disdukcapil Sekda
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien