Wisata Anyer

Banyak Jemaah Haji Lansia Tanpa Keluarga Pendamping, Petugas Bandara Sigap Layani Pendorongan Kursi Roda

JEDDAH – Salah satu tantangan serius bagi operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M, yakni adalah tingginya jumlah jemaah lanjut usia.

Layanan kepada jemaah haji Indonesia saat kedatangan di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, tentu membutuhkan komitmen ekstra dari para petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH).

Terutama kesiapan para petugas saat menyambut para jemaah haji lansia dan disabilitas, yang tiba di Tanah Suci tanpa pendamping.

Meski PPIH Arab Saudi ini memiliki beragam tugas dan fungsi (tusi) layanan, namun fakta di lapangan hampir semua petugas turut berperan aktif dalam pendampingan jemaah lansia dan disabilitas.

Kepala PPIH Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, mengatakan, petugas haji Indonesia di Bandara kini tidak hanya bertugas mengatur alur kedatangan jemaah.

“Masih banyak ditemukan jemaah lansia dan pengguna kursi roda yang datang tanpa keluarga pendamping. Karena itu petugas langsung membantu mendorong kursi roda dan mendampingi jemaah selama proses layanan kedatangan,” ujar Basir kepada Media Center Haji, Selasa (12/5/2026).

Hingga Selasa (12/5/2026), sebanyak 141.161 jemaah dari 365 kloter telah tiba di Arab Saudi. Dari jumlah itu, sekitar 30.658 orang merupakan jemaah lansia.

Menurut Basir, layanan pendampingan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah sejak tiba di bandara hingga diberangkatkan menuju hotel.

Di Bandara, petugas juga masih menemukan jemaah yang belum sempurna ihramnya. Masalah lainnya, seperti barang bawaan tertinggal di area pemeriksaan, hingga paspor rusak akibat sobek atau terkena stepler.

Untuk jemaah yang belum menyempurnakan ihram, petugas memberikan bimbingan untuk jemaah memperbaiki praktik ibadah, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah.

“Petugas membantu jemaah menyempurnakan ihram dan mengulang niat umrah agar ibadah tetap sesuai ketentuan,” jelas Basir.

Sementara bagi jemaah yang mengalami masalah dokumen, terutama paspor rusak, petugas melakukan pendampingan khusus saat proses pemeriksaan imigrasi.

PPIH Arab Saudi juga menangani persoalan penempatan jemaah yang terpisah hotel atau pecah rombongan dengan berkoordinasi langsung bersama Daerah Kerja Makkah.

Menurut Basir, dinamika layanan kedatangan merupakan hal yang tidak bisa dihindari dalam operasional haji berskala besar.

Kesigapan dan komitmen para petugas di lapangan menjadi kunci agar setiap persoalan dapat segera ditangani tanpa mengganggu kenyamanan jemaah.

“Intinya, kami memastikan seluruh jemaah tetap terlayani dengan baik sejak tiba di bandara hingga menuju hotel di Makkah,” tandasnya. (*/Red/MCH-2026)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien