Jadi Kuliner Favorit Jemaah Haji dan Umrah, Karak Express Madinah Siap Ekspansi ke Indonesia
MADINAH – Restoran Karak Express di Kota Madinah semakin dikenal sebagai salah satu tujuan kuliner favorit para jemaah haji dan umrah dari berbagai negara.
Tingginya kunjungan pelanggan, termasuk dari Indonesia, mendorong manajemen restoran untuk mulai melakukan ekspansi ke pasar internasional dengan Indonesia menjadi negara tujuan pertama.
Area Manager Karak Express Madinah, Muhammad Tanweer Husain, mengatakan perkembangan pesat restoran tersebut tidak terlepas dari keberanian perusahaan menghadirkan berbagai inovasi menu yang sesuai dengan selera pelanggan dari beragam negara.
Salah satu inovasi yang mendapat sambutan positif adalah peluncuran menu ayam goreng yang diperkenalkan sejak tahun lalu.
Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk menghadirkan alternatif baru di tengah dominasi jaringan restoran cepat saji internasional.
“Sebelumnya hanya ada satu restoran cepat saji yang menyajikan ayam goreng. Karena itu kami mulai menghadirkan menu ayam goreng tahun lalu dan responsnya sangat luar biasa,” ujar Tanweer.
Ia menjelaskan, Karak Express yang berdiri sekitar lima tahun lalu kini telah berkembang dengan memiliki enam cabang di Madinah dan empat cabang di Makkah.
Seiring pertumbuhan tersebut, perusahaan juga menjalin kerja sama dengan sejumlah merek lokal untuk menjaga kualitas produk dan pelayanan.
Salah satu kemitraan yang dijalin adalah dengan Barns, salah satu merek kopi yang cukup populer di Madinah. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk melengkapi pengalaman kuliner para pelanggan yang datang ke Karak Express.
“Kami memiliki kemitraan dengan Barns sebagai salah satu kopi terbaik di Madinah. Kami juga bekerja sama dengan berbagai restoran lainnya,” katanya.
Selain menawarkan berbagai pilihan makanan, Karak Express dikenal dengan sejumlah menu andalan yang menjadi favorit pelanggan.
Di antaranya teh Karak, Biryani, Broast, dan Shawarma yang hingga kini masih menjadi menu paling banyak dipesan.
Menurut Tanweer, hidangan-hidangan tersebut tidak hanya diminati warga lokal dan ekspatriat, tetapi juga para jemaah dari Pakistan yang ingin menikmati cita rasa masakan khas negaranya.
Bahkan, banyak jemaah asal Amerika Serikat dan Inggris yang turut memesan menu tersebut karena keaslian rasanya yang sulit ditemukan di negara mereka.
Untuk cabang yang berada di sekitar kawasan suci, Karak Express menerapkan konsep pelayanan dengan sistem bawa pulang (takeaway). Kebijakan itu dipilih karena keterbatasan lahan dan tingginya harga sewa bangunan di kawasan strategis dekat Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram.
Dengan sistem tersebut, restoran dapat melayani lebih banyak pelanggan dalam waktu singkat, terutama para jemaah yang umumnya memiliki jadwal ibadah dan kunjungan yang padat.

Melihat tingginya minat masyarakat, khususnya dari kawasan Asia Tenggara, Karak Express kini mulai mempersiapkan langkah ekspansi ke luar Arab Saudi.
Indonesia dipilih sebagai negara pertama yang akan menjadi lokasi pembukaan cabang internasional.
Tanweer mengungkapkan, rencana tersebut didukung oleh tingginya minat investor asal Indonesia yang ingin membawa merek Karak Express ke Tanah Air.
“Ke depan kami berencana membuka restoran ini di luar negeri, dan Indonesia menjadi tujuan pertama kami. Sejujurnya, banyak investor dari Indonesia yang ingin membuka Karak Express di Indonesia,” ujar Tanweer.
Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, kehadiran Karak Express di Indonesia diharapkan dapat menghadirkan pengalaman kuliner khas Timur Tengah yang selama ini menjadi favorit para jemaah haji dan umrah, sekaligus memperluas jaringan bisnis restoran tersebut di pasar internasional. ***

