Wisata Anyer

Menelusuri Jejak Perang Uhud, Jemaah Petik Ibrah dari Ketaatan kepada Allah dan Rasul

MADINAH – Kisah Perang Uhud menjadi salah satu materi yang disampaikan kepada jemaah haji dan umrah saat mengikuti ziarah di Kota Madinah.

Selain mengenalkan lokasi-lokasi penting yang berkaitan dengan perjuangan Rasulullah SAW, jemaah juga diajak memahami hikmah di balik peristiwa yang menjadi salah satu pelajaran besar dalam sejarah Islam.

Mutowif atau pemandu ibadah di Madinah, Ustadz Ibrohim Fadlannul Haq, menjelaskan bahwa kawasan Uhud memiliki sejumlah situs bersejarah yang berkaitan langsung dengan perjalanan dakwah Rasulullah SAW.

Ibrohim merupakan mahasiswa Universitas Islam Madinah (UIM) mengatakan, salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Masjid Al-Fash.

Masjid di Kawasan Pegunungan Uhud dengan pemandangan City Lightnya yang menawan /Dok MCH 2026

Masjid tersebut menjadi tempat Rasulullah SAW melaksanakan shalat setelah Perang Uhud sekaligus beristirahat usai peperangan.

Selain itu, di kawasan tersebut juga terdapat gua yang diyakini menjadi tempat Rasulullah SAW mengamankan diri dari serangan musuh ketika kondisi peperangan semakin genting.

“Masjid Al-Fash adalah masjid tempat Rasulullah melaksanakan sholat setelah perang Uhud. Beliau istirahat di sana. Kemudian nanti ada gua, tempat beliau bersembunyi,” ujar Ustadz Ibrohim kepada Media Center Haji, Minggu (28/6/2026).

Saat berada di kawasan makam para syuhada, Ustadz Ibrohim menjelaskan bahwa lokasi tersebut merupakan tempat berlangsungnya Perang Uhud yang terjadi pada tahun ketiga Hijrah.

Makam Syuhada Uhud, merupakan tempat yang wajib diziarahi oleh jemaah haji dan umrah untuk mengenang risalah perjuangan Islam di Kota Madinah /Dok MCH 2026

“Sekarang kita berada di depan makamnya para Syuhada Uhud. Jadi lokasi ini adalah tempat terjadinya Perang Uhud,” katanya.

Menurutnya, Perang Uhud tidak dapat dipisahkan dari kemenangan kaum Muslimin pada Perang Badar yang terjadi setahun sebelumnya.

Saat itu, sekitar 300 pasukan Muslim berhasil mengalahkan sekitar 1.000 pasukan Quraisy.

“Sebab terjadinya Perang Uhud itu sendiri adalah karena sebelumnya terjadi Perang Badar. Perang pertama kali yang dialami oleh Rasulullah SAW. Dan kemenangan di tangan kaum Muslimin,” ujarnya.

Kekalahan tersebut membuat kaum Quraisy tidak menerima keadaan. Mereka kemudian kembali ke Madinah pada bulan Syawal tahun ketiga Hijrah dengan membawa sekitar 3.000 pasukan untuk menghancurkan kekuatan kaum Muslimin.

Menghadapi ancaman itu, Rasulullah SAW bermusyawarah dengan para sahabat hingga diputuskan untuk menghadapi pasukan Quraisy di luar Kota Madinah.

Awalnya sekitar 1.000 pasukan Muslim berangkat menuju medan perang.

Namun, sekitar 300 orang dari golongan munafik memilih mundur karena tidak setuju dengan keputusan berperang di luar Madinah.

Akibatnya, pasukan Rasulullah SAW yang tersisa hanya sekitar 700 orang.

Dalam strategi perang, Rasulullah SAW menempatkan 50 pemanah terbaik di Bukit Pemanah atau Jabal Rumat.

Mereka diberi pesan agar tidak meninggalkan posisi apa pun yang terjadi selama peperangan berlangsung.

Pada awal pertempuran, pasukan Muslim berhasil mendominasi medan perang. Barisan Quraisy porak-poranda dan mulai meninggalkan lokasi pertempuran.

Melihat kondisi tersebut, sebagian pasukan pemanah mengira perang telah selesai. Mereka turun dari bukit untuk mengumpulkan harta rampasan perang

Padahal sebelumnya, Rasulullah SAW telah memerintahkan agar tetap bertahan di posisi hingga ada instruksi langsung.

Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Jenderal Khalid bin Walid yang saat itu masih berada di pihak Quraisy. Ia memimpin pasukannya memutari bukit yang telah kosong dan menyerang kaum Muslim dari arah belakang.

Serangan mendadak itu membuat pasukan Quraisy yang sebelumnya mundur kembali ke medan perang dan mengepung kaum Muslim dari dua arah.

Situasi tersebut akhirnya berbalik menjadi kekalahan bagi kaum Muslim, bahkan Rasulullah SAW mengalami luka yang cukup parah hingga harus diamankan.

Menutup penjelasannya, Ustadz Ibrohim mengajak para jemaah menjadikan Perang Uhud sebagai pelajaran tentang pentingnya menaati perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW.

“Pelajaran yang sangat berharga, yang kita bisa ambil dari kisah perang Uhud ini adalah bahwa kekalahan itu datang ketika kita maksiat atau melanggar perintah Allah dan Rasulullah,” jelasnya.

“Kemenangan akan datang ketika kita mengikuti perintah Allah dan Rasulullah. Jika kalian menolong Allah, Allah akan menolong kalian. Barang siapa yang berjuang di jalan kami di jalan Allah, maka Allah akan memberikan jalan yang terbaik untuk kita,” tutupnya.

Saat ini, kawasan Uhud merupakan destinasi ziarah wajib bagi jemaah yang datang ke Kota Madinah.

Selain sejumlah situs jejak sejarah masih tetap dijaga hingga hari ini, Kawasan Uhud saat ini juga dipercantik dengan Masjid Syuhada dengan sejumlah destinasi kuliner dan belanja oleh-oleh yang bisa dinikmati peziarah.

Di Kawasan Uhud juga terdapat pegunungan atau disebut Jabal Uhud juga saat ini sudah ditata dengan City Light yang indah.

Jabal Uhud di Madinah sendiri sangat istimewa karena merupakan salah satu gunung yang dijanjikan dalam keyakinan Islam akan berada di surga.

Jabal Uhud adalah gunung yang terletak di utara Madinah dengan ketinggian sekitar 1.050 meter di atas permukaan laut.

Saat ini, pemandangan city light dari Jabal Uhud menawarkan pengalaman spiritual yang menakjubkan, selain juga bisa melihat gemerlap Kota Madinah dari ketinggian dengan latar belakang gunung bersejarah yang dicintai oleh Rasulullah SAW.

Perpaduan yang sempurna antara keindahan modern di bawah langit malam dan jejak sejarah Islam yang kuat.

Di Kawasan Jabal Uhud ini juga jemaah tidak kehabisan pilihan soal kuliner, karena hampir memang area ini seperti menjadi pusat untuk jemaah dan warga Madinah bersantai dan menikmati keindahan alam sambil menyantap makam malam.

Jemaah juga jangan lupa perlengkapan dokumentasi untuk mengabadikan momen berharga di beragam lokasi sejarah di Uhud. (*/Red/MCH-2026)

Hari Narkotika DPRD Banten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien