PBMA Gelar Seminar Nasional Pupuk Limbah Industri

PANDEGLANG – Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) bekerja sama dengan Universitas Mathla’ul Anwar Banten dan PT Indonesia Power PLTU Banten 2 Labuan menggelar Seminar Nasional dengan tajuk “Peran Pupuk Organik dari Limbah Industri untuk Percepatan Kedaulatan Pangan Nasional” di GSG KH Irsyad Djuwaeli UNMA Banten, pada Selasa, (22/11/22).

Hadir dalam pembukaan kegiatan Ketua Umum PBMA KH Embay Mulya Syarief, Pj Sekda Banten Tranggono, Vice President Indonesia Power I Gan Wardiana Yasa, GM PLTU Banten 2 Labuan, GM PLTU Lontar, GM PLTU Suryalaya, Waketum PBMA Babay Sujawandi, Sekjen PBMA Jihaduddin dan Rektor UNMA Banten Syibli Sarjaya.

Para pembicara dalam Seminar Nasional tersebut dari berbagai kalangan, Ir Mindo Sianipar Anggota Komisi IV DPR RI, Minar Surbakti Praktisi Pertanian, Dr. Agus M Tauchid Kadistan Prov Banten, dan Prof Agung Sugondo Praktisi Pertanian Zero Residu.

Seminar nasional tersebut diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, petani penerima manfaat pupuk FABA dan para praktisi di bidang pertanian.

Ketua Umum PBMA KH Embay Mulya Syarief mengatakan, seminar nasional ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara PBMA dengan Indonesia Power di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

MTQ Pemkot

“Kerjasama dengan Indonesia Power ini merupakan komtimen PBMA melakukan pemberdayaan terhadap warganya,” katanya.

“Limbah batu bara bisa dijadikan pupuk, bisa meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan dan menambah produktifitas. Meningkatkan produksi sampai 15 persen,” Sambung Embay.

Menurutnya, Indonesia Power berhasil mengubah material abu sisa pembakaran Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau Fly Ash Bottom Ash (FABA) menjadi pupuk NPK organik. Salah satunya dilakukan oleh PLTU Banten 2 Labuan.

“Untuk menjadi pupuk, FABA diolah dengan teknologi mikroba yang mengubah FABA menjadi pupuk NPK organik. Teknologi ini merupakan teknologi tepat guna yang dapat diterapkan sebagai perwujudan metode ekonomi sirkular secara nyata,” jelasnya.

Vice President Indonesia Power I Gan Wardiana Yasa mengatakan, peluang pemanfaatan FABA banyak sekali. Di antaranya bisa menjadi bahan baku infrastuktur maupun menjadi pupuk organik untuk pertanian maupun perkebunan. (*/Faqih)

 

 

Adam