Travel Umroh Tawarkan Paket Bertemu Habib Rizieq, Jemaah Disuguhi Sayur Asem

JAKARTA – Terhitung sudah 1 tahun 9 bulan Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab berada di negari seberang.

Ada empat negara yang menjadi tempat tinggal sementara Habib Rizieq, yakni Arab Saudi, Malaysia, Yaman, dan Turki.

Arab Saudi menjadi negara yang kini ditempati Rizieq Shihab.

Meskipun kasus chat pornografinya sudah diberhentikan kepolisian, Rizieq Shihab masih berada di sana.

Namun, meski berada bukan di negara sendiri, kunjungan warga Indonesia ke kediamannya tak pernah surut.

Bahkan beberapa agen perjalanan umrah juga menawarkan paket kunjungan ke kediaman Rizieq Shihab di Mekkah.

Walidain Travel and Tour adalah salah satu yang memfasilitasi hal tersebut.

Pemilik Walidain Travel and Tour, Abdurrahman Djaelani mengatakan pihaknya tak pernah menyertakan tarif tambahan dalam kunjungan ke rumah Rizieq, bahkan Rizieq pun diyakini dirinya tak meminta nominal berapa pun kepada pihak travel.

“Tapi Allah kirimkan manusia yang punya otak, akhlak, dan adab. Artinya masa ya kita pas pulang dari rumah guru kita enggak kasih apa-apa? Mereka otomatis berpikir sendiri seperti itu, tapi Habib enggak pernah minta,” kata Ustaz Ujai, sapaan karibnya, kepada Tribun saat dihubungi.

Ustaz Ujai yang mengaku sebagai murid dari Rizieq Shihab mengatakan bahwa jemaah umrah dan haji belakangan memang memiliki niat tambahan bersilaturahmi ke rumah Rizieq Shihab.

Fenomena tersebut dilihat sebagai sebuah semangat yang timbul dari umat muslim Indonesia.

“Jadi spirit atau inisiatif yang timbul ke rumah Habib Rizieq Shihab itu langsung dari jemaah, tanpa dikoordinasi dan ditawarkan oleh pihak travel. Mereka mencari sendiri informasi di mana tempat tinggal Habib Rizieq atau bertanya kepada pihak-pihak travel. Jadi awalnya pihak travel enggak ada agenda berkunjung ke sana bersama jemaah,” ujarnya.

Beroperasi sejak dua tahun lalu, Walidain Travel and Tour kini melihat agenda kunjungan ke kediaman Rizieq Shihab di Mekkah sebagai agenda yang bisa dikatakan wajib bagi jemaah umrah dan haji.

“Kunjungan ke rumah Habib Rizieq dilakukan pada hari ketiga, itu biasanya hari kosong ya, karena hari pertama sampai hari kedua jemaah melaksanakan program umrahnya,” kata Ustaz Ujai.

Dari penuturannya, kunjungan atau silaturahmi ke kediaman Rizieq Shihab biasanya dilakukan secara tentatif.

Artinya, dikatakan Ustaz Ujai, tergantung banyaknya tamu yang datang ke lokasi.

“Banyak jemaah, ratusan hingga ribuan mungkin, yang mau ketemu beliau, melihat langsung beliau, menemani beliau. Ya kadang butuh tempat khusus untuk menampung banyak jemaah yang datang. Kadang beliau harus pindah tempat dari lokasi yang sempit ke lokasi yang agak luas supaya bisa menemui para tamunya,” imbuhnya.

Namun, harus diakui juga oleh Ustaz Ujai bahwa tak semua jasa travel yang secara terang-terangan mengagendakan kunjungan ke rumah Habib Rizieq dalam program umrah. Dan Walidain termasuk salah satunya.

“Tapi saya pribadi sebagai murid beliau, enggak pernah menjual nama Habib Rizieq untuk keuntungan atau celah bisnis saya. Dari awal saya menjadi muridnya, saya tahu siapa beliau, begitu juga sebaliknya, beliau tahu siapa saya,” ujarnya.

Disuguhi Sayur Asem
Mengenakan kerudung hitam panjang, Soraya Alatas (50) menunjukkan foto dirinya bersama keluarga Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Mekkah, Arab Saudi.

Foto tersebut tersimpan dalam galeri di ponselnya. Itu foto sekitar satu tahun yang lalu, saat Ramadhan lebih tepatnya.

Sankyu ks

Soraya menunaikan ibadah umrah dan dua kali mengunjungi kediaman Rizieq Shihab, bertemu dengan sang istri dan juga kedua putri Habib Rizieq.

Pada dua kali kunjungannya tersebut, Soraya menceritakan bagaimana sosok Rizieq Shihab dalam penilaiannya.

“Beliau itu kan diistilahkan ‘Singa Podium’ ya, tapi kalau bicara langsung sama beliau, itu terlihat bagaimana kesantunan dan kesopanan beliau. Kelihatan sekali intelektualitas dari seorang imam besar,” kata Soraya.

Soraya bahkan memuji bagaimana Rizieq Shihab melayani para tamunya yang datang.
Soraya merasakan meskipun berada jauh dari rumah, pihak keluarga Habib Rizieq bisa membuatnya serasa berada di rumah.

“Kami disuguhi makanan Indonesia, ada sayur asem, tempe, tahu, daging ayam. Saya jadi merasa seperti bukan berada di tempat yang jauh,” katanya.

Soraya juga mengakui ada pembicaraan ke arah sana, meskipun pembicaraan tersebut tidak terlalu dalam.

“Kami kasih tahu perkembangannya bagaimana. Alhamdulillah kan selama beliau di sana kasus tersebut akhirnya dihentikan, artinya itu diijabah oleh Allah SWT, karena beliau berada di tempat suci di mana segala doa Insyaallah diijabah,” ujar Pengacara ACTA itu.

Dalam penilaiannya, Soraya melihat bagaimana gelombang jemaah umrah maupun haji asal Indonesia yang mengunjungi kediaman Habib Rizieq yang cukup banyak, dan itu merupakan tanda sosok 53 tahun tersebut masih menjadi magnet bagi umat muslim di Indonesia.

“Setelah pulang, banyak yang tanya saya bagaimana saya bisa bertemu dengan beliau, caranya seperti apa, dan Alhamdulillah karena beliau kenal saya dan keluarga, saya bisa mendapatkan kesempatan itu” katanya. Menggunakan jasa travel Walidain, Soraya mengaku tak ada biaya tambahan untuk bersilaturahmi dengan Rizieq Shihab di Mekkah. Dia melakukannya atas inisiatif dirinya sendiri dan tak membayar sepeser pun kepada pihak travel.

“Habib Rizieq juga tidak meminta imbalan apa pun. Saya berani katakan itu, karena beliau kan orang besar. Beliau welcome dengan siapa pun, tanpa pandang bulu, baik dari kalangan atas hingga kalangan bawah, beliau terima semua tamu yang datang,” kata Soraya.

Selain Soraya Alatas, Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin bahkan mengaku pernah menjadi pemandu bagi jemaah umrah Indonesia yang ingin berkunjung ke kediaman Rizieq Shihab.

Banyak orang yang menghubunginya agar bisa dikomunikasikan lebih lanjut ke Rizieq terkait niat kunjungan jemaah umrah tersebut.

“Saking luar biasa sudah enggak terhitung mereka yang meminta bantuan saya untuk bertemu Habib Rizieq. Kalau ketemu Habib Rizieq di Indonesia sudah biasa, tapi kalau ketemunya di tanah suci, di tempat kelahiran Rasul, tempat buyut dari Habib Rizieq, itu yang berbeda,” ujarnya.

Novel mengistilahkannya dengan sebutan, “Belum afdol kalau umrah tapi belum berkunjung ke rumah Habib Rizieq.”

Namun, diakuinya juga, sistem data biometrik yang diterapkan oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi kepada negara-negara, termasuk Indonesia, terkait proses pemberangjatan jemaah umrah dan haji, cukup menghambat dan mempersulit.

“Dengan dampaknya seperti itu kan umrah ini luar biasa. Kerajaan Arab Saudi bahkan harus membatasi jemaah umrah dengan penerapan data biometrik, karena bagi jemaah umrah Indonesia, ini suatu keistimewaan bisa bertemu Habib Rizieq sekaligus beribadah,” tambahnya.

Terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji Republik Indonesia (Amphuri), Farid Aljawi mengatakan pihaknya tidak pernah mengagendakan kunjungan ke kediaman Rizieq Shihab kepada jemaah umrah asal Indonesia.

“Kalau yang menyangkut seperti itu, biasanya dari pribadi masing-masing, bukan dari dan tidak terkait dari kami,” ujarnya.

Farid mengatakan pihak Amphuri tidak pernah memasukkan agenda mengunjungi kediamam Rizieq Shihab dalam ibadah umrah di biro-biro travel mereka.

Seperti diketahui, ada 300 biro travel umrah dan haji yang berada di dalam bawah Amphuri.

“Asosiasi kami tidak terlibat politik praktis, kalaupun ada jemaah umrah, itu dipastikan bukan agenda yang kami keluarkan terkait ibadah umrah,” pungkasnya.
Sebagai informasi, selama tinggal di Mekkah, Rizieq Shihab pernah dikunjungi sejumlah tokoh nasional, antara lain Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Capres 01 Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra, Waketum Gerindra Fadli Zon, hingga Politikus PKS Fahri Hamzah. (*/Tribunjakarta.com)