Wisata Anyer

Wamenhaj Apresiasi Petugas Transportasi Haji Indonesia Tetap Sabar Layani Keluhan Jemaah

MAKKAH – Saat sebagian petugas haji bisa bertugas di ruang ber-AC, ratusan petugas pada fungsi layanan transportasi jemaah Indonesia justru harus bertahan di bawah terik matahari Makkah.

Petugas transportasi disebut memiliki fungsi layanan jauh lebih berat, karena harus bertugas 24 jam.

Bahkan saat di pagi hari hingga sore, petugas transportasi 12 jam berada di bawah terik matahari Kota Makkah.

Mereka berjaga di titik-titik keberangkatan bus di halte, terminal dan di jalan-jalan.

Tugas mereka mengarahkan jemaah, membantu pengaturan koper jemaah, bahkan menjawab berbagai pertanyaan dan keluhan yang datang silih berganti.

Kondisi ini menjadi perhatian Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) dan Wakil Menteri Perhubungan saat melakukan sidak malam hari ke penginapan jemaah di Sektor 7, Selasa (20/5/2026).

Usai meninjau hotel di kawasan Misfalah yang sebelumnya banyak dikeluhkan jemaah, kedua Wamen ini bertemu dengan petugas transportasi dan menyapa mereka.

Wamenhaj mengapresiasi petugas transportasi yang memiliki fungsi layanan jauh lebih berat, dibandingkan layanan lainnya.

“Tadi kami lihat langsung, teman-teman transportasi ini kerja berat sekali. Siang-siang mereka 12 jam di luar, panas-panasan. Kalau di hotel kan adem, fasilitasnya lengkap. Di sini beda,” ujar Wamenhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Di lapangan, keluhan yang diterima petugas transportasi sangat beragam. Ada jemaah yang menanyakan jadwal bus, ada yang bingung jalur, bahkan ada yang melaporkan kehilangan sandal saat turun dari kendaraan.

Semua laporan ditangani dengan sabar, meski kondisi cuaca tidak bersahabat.

Wamenhub, Komjen Pol (Purn) Suntana, yang mendampingi sidak Wamenhaj mengaku terkesan dengan dedikasi para petugas.

Menurutnya, beban kerja di sektor transportasi memang jauh lebih berat dibandingkan sektor lain, namun mereka tetap menunjukkan sikap melayani tanpa keluh.

“Kami sengaja datang untuk memberi semangat. Pesan kami sederhana: tetap ikhlas, tetap sabar, karena yang dilayani ini tamu Allah,” katanya.

Wamenhaj menambahkan, kunci menjaga ketenangan jemaah terletak pada respons cepat dan empati petugas.

Ketika jemaah merasa didengar dan dibantu, rasa cemas mereka perlahan hilang.

“Kalau tidak direspons, mereka jadi gelisah. Tapi kalau ada solusi, ada senyum, ada empati, insyaAllah mereka tenang,” jelasnya.

Di akhir pertemuan, kedua wamen memberikan motivasi langsung kepada petugas transportasi.

Mereka berharap semangat melayani ini terus terjaga hingga seluruh jemaah selesai menjalani rangkaian ibadah haji.

Bagi para petugas, kehadiran pimpinan yang turun langsung ke lapangan menjadi suntikan moral.

Di tengah panas dan lelah, mereka kembali menegaskan komitmen untuk mendampingi jemaah hingga akhir tugas.

“Ini bagian dari ibadah kami juga. Capek iya, tapi kalau jemaah tenang dan lancar, semua terbayar,” ujar salah satu petugas transportasi yang bertugas di Sektor 7. (*/Red/MCH-2026)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien