Lahan Huntara Jadi Persoalan Baru Pemkab Pandeglang

PANDEGLANG – Sejumlah lahan yang sedianya akan digunakan untuk membuat Hunian Sementara (Huntara) untuk para korban bencana alam tsunami yang rumahnya rusak total diterjang oleh gelombang tinggi yang terjadi pada sabtu, (22/12/2018) lalu, ditolak sejumlah warga.

Hal tersebut diungkapkan oleh Komandan Distrik Militer (Kodim) 06/01 Pandeglang, Letkol Infanteri Nurheru Wibowo, saat rapat koordinasi, Evaluasi dan masa transisi menuju pemulihan, di posko utama penanganan bencana alam tsunami selat Sunda yang berlokasi di Kantor PGRI Labuan, Jumat (4/1/2019). Sore.

“Lahan-lahan yang sedianya akan digunakan untuk Huntara di sejumlah wilayah ditolak warga setempat dengan alasan lahan tersebut sering banjir dan lahan itu merupakan lahan fasilitas umum yang dimiliki desa” Ungkapnya.

Dandim 06/01 Pandeglang menyebutkan, lahan-lahan yang sedianya akan dibangun menjadi hunian sementara (Huntara) yang berada di lapangan desa Bojen Kecamatan Sobang ditolak oleh warga setempat dengan alasan wilayah tersebut merupakan wilayah langganan banjir, Lapangan Desa Gombong 1 yang berlokasi di kampung sembilan dan lapangan Desa Gombong 2 yang berlokasi di Kampung sepuluh, Desa Gombong, Kecamatan Panimbang juga ditolak warga, dengan alasan lapangan tersebut merupakan fasilitas umum.

“Lapangan Bojen ditolak, lapangan desa Gombong satu ditolak warga, lapangan Gombong dua tidak memenuhi syarat dan diprotes warga, karena lapangan tersebut merupakan fasum,” bebernya

Masih kata Letkol Inf, Nurheru Wibowo, untuk hunian sementara yang siap dibangun saat ini berada disejumlah wilayah di kecamatan sumur dan Huntara yang akan dibangun berasal dari bantuan dari salah satu bank di Indonesia yakni sebanyak 100 unit Huntara.

“Pembangunan 100 Unit Huntara ini rencananya akan dibangun disejumlah wilayah di kecamatan sumur, diantaranya di kampung pasir malang Desa kerta jaya, di kampung pasir jaya desa cigorondong, di kampung Palingping desa Tunggal Jaya dan di kampung Cikawung Desa Ujung Jaya akan dibangun 11 Huntara,” Katanya.

Sankyu ks

Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten Pandeglang saat ini tengah berkonsentrasi untuk mencari lahan-lahan yang akan digunakan untuk membangun hunian sementara untuk 1071 kepala keluarga yang saat ini rumahnya hancur total atau berat di 7 kecamatan yang terdampak bencana tsunami di Pandeglang.

“Maka dari itu, saat ini kami minta kepada semua pihak untuk pokus menyiapkan lahan yang akan digunakan untuk membangun hunian sementara,” katanya kepada seluruh peserta rapat koordinasi.

Namun, Pihaknya akan melakukan kroscek ulang mengenai adanya penolakan terhadap lahan-lahan yang akan digunakan untuk membangun Huntara tersebut.

“Kami akan mengkroscek kembali, itukan baru laporan sementara. Karena kita tidak tahu apakah yang menolak itu adalah oknum tertentu atau memang masyarakat setempat,” Imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, fakta Pandeglang dilokasi, Pemerintah Kabupaten Pandeglang saat ini telah menyiapkan lahan-lahan yang akan digunakan untuk membangun hunian sementara (Huntara) diantaranya adalah di kecamatan sobang setidaknya ada tiga lokasi yang direkomendasikan untuk dibangun Huntara yakni yang berlokasi di Desa Bojen dan di Kampung Teluk lada, Desa Teluk Lada kecamatan Sobang dan balai penyuluhan pertanian desa teluk lada seluas 2,5 hektar.

Kecamatan panimbang itu ada lokasi yang direkomendasikan yakni di Desa Gombong dan di Desa Mekarsari yakni menggunakan tanah atau lahan Hak Guna Usaha (HGU) seluas 2,5 Hektare milik bumdes.

Kecamatan Carita ada dua lokasi atau lahan yang disiapkan yakni di kampung cibenda desa sukareme dan desa dukuh desa sukanegara dan untuk di kecamatan labuan setidaknya ada 4 lokasi yang disiapkan untuk membangun Huntara diantaranya adalah kampung picung bera desa banyu biru, kampung kanyere desa cigondang dan dua lokasi di kampung pejamben desa pejamben. (*/Gatot)