Musim Kemarau Warga Patia Tanam Semangka

Hut bhayangkara

FAKTA BANTEN – Memasuki musim kemarau, warga Kecamatan Patia mulai menanam buah semangka. Warga yang mayoritas petani padi ini mengharapkan selama dua bulan kedepan cuaca tanpa hujan lebat, karena akan berdampak buruk terhadap hasil panen yang tidak maksimal.

Jaenudin, petani semangka, warga Kampung Pamatang Kanas, Desa Kubangkampil, Kecamatan Patia mengatakan sejumlah petani di wilayahnya kini banyak yang menanam semangka karena air yang didapat petani saat ini cukup lumayan susah.

“Saat ini kan memasuki musim kekeringan, air yang mengaliri pesawahan kami hanya sedikit, makanya memilih tanam semangka yang tidak membutuhkan air banyak,” kata Nudin, Jum’at. (18/8/2017).

Dijelaskannya, untuk rata-rata semangka yang ditanamnya ini akan memasuki masa panen selama 65 hari. Ia bersama petani lainnya mengharapkan agar di wilayahnya tidak dilanda hujan lebat karena akan berdampak buruk terhadap hasil panen.

“Bibit semangka yang kami tebar baru menginjak 10 hari. Dengan masa panen selama 2 bulan 15 hari. Memang kalau ada hujan bagus, cuma kalau terus menerus tidak baik juga,” jelasnya.

Loading...

Menurut Nudin, musim kemarau sangat tepat untuk menanam semangka karena harga yang biasanya ditawarkan oleh tengkulak cukup lumayan tinggi dari biasanya Rp. 3.000 per kilo gram bisa menjadi Rp. 5.000 per kilo gram.

“Setiap tahun saya selalu menanam semangka dengan luas tanah sekitar 1 hektar, apalagi musim kemarau harga jualnya cukup lumayan tinggi yang biasanya langsung di jual ke tengkulak,” terangnya.

Bahroni, warga setempat menyampaikan bahwa menanam semangka tidak perlu membutuhkan air cukup banyak karena tidak seperti padi yang setiap hari membutuhkan air. yang paling perlu dilakukan adalah biaya untuk perawatan semangka agar panen nanti bisa lebih maksimal.

“Memang air tidak terlalu banyak dalam melakukan penanaman semangka. Karena cara memberikan air, kami menggunakan ember/gallon. Yang terpenting adalah rajin merawat menggunakan pupuk, hasil panen semangkanya bisa lebih bagus,” tuturnya.

Camat Patia Subro Mulisi mengatakan, memasuki bulan Agustus dan September warga di Kecamatannya banyak yang menanam semangka karena harga jual hasil panen semangka dirasa cukup lumayan tinggi jika dibandingkan dengan bulan-bulan biasanya.

“Iya betul para petani sedang tanam semangka. Memang bulan ini (Agustus) sedang musimnya, karena harganya cukup lumayan,” katanya. (*)

Ks rc
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien