Wisata Anyer

Dugaan Sistem Error, Nama Calon Siswa SMAN 2 Kota Serang Hilang Jelang Pengumuman SPMB

SERANG– Polemik kembali mewarnai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Seorang wali murid di Kota Serang protes setelah nama anaknya yang mendaftar di SMA Negeri 2 Kota Serang mendadak hilang dari sistem, padahal secara peringkat dan nilai seharusnya lolos.

Wali murid tersebut adalah Novi, orang tua dari peserta berinisial NMH. Ia mengaku kecewa karena anaknya yang mendaftar lewat jalur prestasi akademik dengan bobot nilai 6, sempat muncul berstatus diterima sementara, namun kemudian lenyap dari daftar.

Novi menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya. Awalnya anaknya mendaftar melalui jalur prestasi non akademik. Setelah proses verifikasi, sistem menampilkan status diterima sementara.

“Saya bingung kenapa nama anak saya hilang menjelang akhir pengumuman. Enggak ada, enggak muncul di sistem. Padahal anak saya peringkat 13 dengan bobot nilai enam,” kata Novi, Senin (6/7/2026).

Kejanggalan semakin terasa ketika Novi melihat ada peserta lain dengan bobot nilai lebih rendah justru dinyatakan lolos.

“Kalau memang ada peserta dengan bobot nilai 5 yang diterima, seharusnya anak saya yang memiliki bobot nilai 6 juga mendapat kesempatan yang sama. Yang saya pertanyakan bukan hanya hasilnya, tetapi proses dan transparansinya,” tegasnya.

Untuk mencari kejelasan, Novi menghubungi helpdesk SPMB Provinsi Banten.

Dari hasil pengecekan, pihak helpdesk membenarkan bahwa data anaknya sempat tercatat dalam sistem dengan status diterima sementara.

Novi juga mengaku sempat dihubungi pihak sekolah. Awalnya disampaikan akan dikonfirmasi terlebih dahulu kepada ketua panitia.

Namun setelah itu, Novi kembali dihubungi dan diberi tahu bahwa anak tersebut tetap tidak bisa diterima.

Ia menduga ada kesalahan sistem atau ketidaksesuaian data yang merugikan anaknya.

“Awalnya anak saya mendaftar melalui jalur prestasi non akademik sesuai ketentuan. Setelah proses verifikasi, statusnya sempat muncul diterima sementara. Tetapi kemudian namanya hilang dari sistem dan dinyatakan tidak lolos,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SMAN 2 Kota Serang, Mala Leviana, memberikan klarifikasi.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan sepenuhnya oleh sistem pusat dan pihak sekolah tidak melakukan perubahan manual.

“Semua seleksi dan pengumuman berdasarkan sistem. Kami tidak merubah apapun,” jawab Mala singkat saat dikonfirmasi.

Pihak sekolah juga beralasan bahwa hilangnya nama peserta disebabkan oleh kendala pada sistem pusat. Namun penjelasan itu belum memuaskan pihak wali murid.

Novi berharap Dindikbud Banten segera melakukan evaluasi terhadap sistem SPMB, khususnya untuk jalur prestasi.

Ia meminta ada keterbukaan data agar tidak ada lagi peserta yang dirugikan karena masalah teknis.

“Jangan sampai ada anak yang nilainya memenuhi syarat justru tergeser karena error sistem. Kami hanya minta keadilan dan kejelasan,” pungkas Novi.***

Kapolres Cilegon
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien