Gubernur Harus Instruksikan, Alat Berat Proyek Geothermal Segera Diturunkan

Hut bhayangkara

SERANG – 500 Masyarakat Padarincang, Kabupaten Serang, yang tergabung dalam aliansi Syarekat Perjuangan Rakyat (SAPAR), kembali menggelar mimbar bebas di Kampung Barengkok, Desa Batu Kuwung, Kecamatan Padarincang, dalam rangka menyambut statement Wakil Gubernur Banten yang mengultimatum proyek geothermal di Padarincang, Sabtu (12/5/2018).

Pada acara tersebut yang berlangsung dari 19.30-23.00 WIB, masyarakat Padarincang berkumpul sekaligus mendengarkan orasi, pidato, dan platform Perjuangan SAPAR dari tokoh masyarakat dan ulama-ulama yang hadir.

Salah satu tokoh masyarakat, Ustadz Aunillah, mengatakan, dalam satu tahun ini ia terus berjuang bersama masyarakat untuk menyelamatkan kampung halamannya dari pengrusakan lingkungan.

“Kita akan kawal terus ultimatum Wakil Gubernur Banten supaya segera alat berat diturunkan dari Gunung Prakasak,” katanya, Jumat (11/5/2018).

Loading...

“Jangan sampai ultimatum yang di ucapkan Wakil Gubernur Banten di media massa, hanya menjadi obat pereda rasa sakit. Kita semua harus tagih sampai alat berat benar-benar diturunkan dari Gunung Prakasak,” imbuhnya.

Selain itu, Umi Eha, juga salah satu tokoh masyarakat, meminta Gubernur Banten untuk menginstruksikan kepada penegak hukum agar segera menurunkan alat berat proyek tersebut.

“Jika hanya berbicara di media tidak akan menghasilkan apa-apa. Ultimatum yang disampaikan Wakil Gubernur Banten harus dibuktikan dengan cara menginstruksikan kepada penegak hukum untuk menurunkan alat berat sekarang juga,” tegasnya.

Dalam acara tersebut juga ada sesi nonton bersama liputan delik RCTI dengan Tema ‘Proyek Ubnormal Geothermal’ lalu ditutup dengan doa bersama. (*/Dave)

Ks rc
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien