HKTI Klaim Petani Lokal Siap Pasok Jagung ke Industri di Banten

SERANG – Paska panen perdana jagung di Kampung Cikeusik IPB, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (13/7/2017) kemarin, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Banten mengaku semakin optimis untuk mampu meningkatkan produktivitas pertanian jagung dari petani lokal.

HKTI bahkan mengklaim siap memasok penuh kebutuhan jagung pipil untuk kebutuhan industri di Provinsi Banten.

Ketua HKTI Provinsi Banten, dr Adang Sopandi mengaku optimis kebutuhan jagung untuk industri di Provinsi Banten bisa dipenuhi secara berkesinambungan.

“Pertanian jagung kita sedang membaik, kemarin kita baru melakukan panen raya jagung di Pandeglang, kita yakin dengan melimpahnya produksi jagung lokal saat ini kita (HKTI-red) bisa menyuplai jagung untuk kebutuhan industri Banten,” ungkapnya, Jumat (14/7/2017).

Lebih lanjut menurut Adang, saat ini HKTI telah menjalin kerjasama dengan salah satu produsen industri pakan ternak di Banten dalam hal penyediaan bahan baku jagung untuk kebutuhan produksinya.

“Kita sudah MoU dengan industri sebagai salah satu penyuplai bahan baku jagung dari Mei 2017 lalu, kerjasama dengan industri ini juga untuk memastikan kepastian penjualan hasil panen yang selama ini sering menjadi kendala di tingkat petani,” ujarnya.

Saat ini HKTI dan Pemerintah Provinsi Banten termasuk Pemda di beberapa Kabupaten Kota di Banten sedang menggalakan program swasembada jagung.

Advertorial

Advertorial

Hal ini dilakukan untuk merebut pasar jagung yang selama ini masih dikuasai pemasok dari luar Pulau Jawa, terutama Sulawesi Selatan yang beberapa tahun belakangan ini menjadi pemasok utama bahan baku industri tersebut.

“HKTI diberikan kepercayaan baik dari Pemerintah Daerah dan petani untuk bermain hilir atau menyalurkan hasil panen ke pabrikan,” jelasnya.

Selain itu HKTI juga menjamin harga beli terbaik untuk jagung yang dibeli dari petani.

“Kita beli dengan harga terbaik, kami ingin petani tidak sakit hati ketika menjual hasil panennya,” kata Adang semangat.

Program swasembada jagung di Provinsi Banten di 2017 ini difokuskan di beberapa Kabupaten Kota dan ditargetkan menggunakan lahan pertanian seluas 22 ribu hektar.

Sementara dijelaskan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten, Agus M Tauhid beberapa waktu lalu bahwa kegiatan panen raya untuk komoditas jagung sudah dimulai dari pekan pertama setelah lebaran.

“Kita mulai panen setelah lebaran dan terus berlanjut hingga akhir tahun ini, kami memang menargetkan untuk masa tanam 2017 ini mencapai 22 ribu hektar lahan,” ujar Agus beberapa waktu lalu.

Untuk mendongkrak produksi jagung di Provinsi Banten, Kementerian Pertanian telah menggelontorkan bantuan bibit jagung dan pupuk kepada kelompok tani melalui Dinas Pertanian. (*)