Serap Aspirasi Warga Kota Serang, Erna Yuliawati Angkat Persoalan Desil hingga Insentif Guru Ngaji

SERANG – Anggota DPRD Kota Serang dari Fraksi PKS, Erna Yuliawati, menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses kedua tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) II Kota Serang, Kamis (27/8/2026).
Dalam reses tersebut, persoalan data kesejahteraan atau desil menjadi salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat.
Erna menyebut masih terdapat warga dengan kondisi ekonomi terbatas, namun masuk dalam desil yang membuat mereka tidak dapat mengakses sejumlah bantuan sosial maupun kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Yang banyak itu terkait dengan desil. Ada masyarakat yang desilnya lebih dari lima, tetapi kondisi ekonominya sangat terbatas. Akhirnya mereka tidak bisa mendapatkan bansos maupun BPJS PBI,” kata Erna.
Menurutnya, masyarakat yang merasa data desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi dapat mengajukan perubahan data melalui kelurahan. Jika belum terselesaikan, masyarakat dapat berkoordinasi dengan Dinas Sosial.
Erna menjelaskan, perubahan data desil membutuhkan proses karena pendataan tersebut dilakukan secara terpusat melalui pemerintah pusat dengan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS).
“Harus dirubah desilnya. Datanya bisa diajukan melalui kelurahan, kalau belum bisa dapat diproses melalui Dinsos. Memang perlu waktu, minimal sekitar enam bulan untuk perubahan desil,” ujarnya.
Selain persoalan desil, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait peningkatan insentif bagi sejumlah unsur masyarakat, seperti kader Posyandu, guru ngaji, RT dan RW.
Erna mengatakan, masyarakat berharap besaran insentif tersebut dapat ditingkatkan sesuai dengan komitmen Pemerintah Kota Serang.

Aspirasi lainnya berkaitan dengan pencairan insentif guru ngaji yang hingga kini masih ditunggu oleh masyarakat.
“Guru ngaji juga ada yang menyampaikan belum cair dan meminta agar segera dicairkan,” katanya.
Persoalan pelayanan kesehatan melalui program Jamkesda turut menjadi perhatian dalam reses tersebut.
Masyarakat meminta agar proses kepengurusan Jamkesda dapat dipermudah, terutama bagi warga yang persyaratan administrasinya belum sepenuhnya lengkap.
Erna berharap rumah sakit dapat memberikan kebijakan agar pelayanan tetap dapat diproses sembari masyarakat melengkapi dokumen persyaratan yang diperlukan.
“Kalau persyaratannya belum lengkap, kami berharap ada kebijaksanaan dari rumah sakit agar prosesnya tetap bisa berjalan sambil masyarakat melengkapi persyaratan,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Erna Yuliawati juga meluncurkan sekaligus menggelar bedah buku berjudul Menang Jalur Langit.
Buku tersebut mengisahkan perjalanan dan perjuangan Erna sebagai seorang perempuan hingga dapat menjadi anggota DPRD Kota Serang.
Menurutnya, buku itu diharapkan dapat menjadi inspirasi, khususnya bagi perempuan untuk terus berjuang dan berkontribusi di tengah masyarakat.
“Ini kisah perjuangan seorang ibu untuk bisa menjadi anggota DPRD. Mudah-mudahan bisa menginspirasi perempuan-perempuan lainnya,” pungkas Erna.***


